Kucing Dan Anjing “Vegetarian”

Posted: December 14, 2011 by vet02ugm in Article
Tags: , , ,

Drh. Denni Kurnia

Sebelum mencari tahu boleh atau tidaknya anjing dan kucing anda menjadi vegetarian, ada baiknya telusuri sejarah lahiriah dari anjing dan kucing tersebut.

Anjing adalah makhluk omnivora dimana kucing merupakan hewan karnivora. Omnivora (atau sarwaboga) (dari bahasa Latin: omne = semua/semuanya; vorare = melahap) adalah spesies yang memakan tumbuhan dan hewan sebagai sumber makanan pokoknya. Karnivora (satwaboga atau maging) (dari bahasa Latin: carne = daging and vorare = melahap) adalah hewan yang makanannya kebanyakan adalah daging, baik yang dimakan hidup-hidup atau berasal dari daging hewan yang sudah mati. Kata ini juga dapat digunakan untuk menyebut mamalia dalam ordo Karnivora yang pada umumnya sesuai dengan definisi pertama. Karnivora yang memakan serangga sebagai makanan utamanya disebut insektivora, sedangkan karnivora yang memakan ikan sebagai makanan utamanya disebut piskivora.

Jika anda adalah seorang vegetarian, (adalah sebutan bagi orang yang hanya makan tumbuh-tumbuhan dan, tidak mengonsumsi makanan yang berasal dari makhluk hidup seperti daging dan unggas, namun masih mungkin mengonsumsi makanan laut seperti ikan, atau produk olahan hewan seperti telur, keju, atau susu), maka tidak seharusnya hewan peliharaan anda menjadi vegetarian.

Apabila anda ingin memberikan makanan rumahan (home-cooked food) bagi hewan peliharaan anda, anda diperbolehkan selama yang anda berikan kepada hewan peliharaan anda adalah nutrisi yang seimbang dan bukan yang anda temukan secara kebetulan dengan mencoba-coba. Tanpa adanya nutrisi yang seimbang, kucing yang diberi diet vegetarian akan mempunyai resiko tinggi mengalami kekurangan (defisiensi) asam amino dan vitamin (misal lysine, trytophan, vitamin A, dsb.) yang dapat menyebabkan penyakit yang dapat membahayakan jiwa kucing anda. Lain hal jika anda memiliki anjing, anjing dapat diberikan protein nabati (protein yang berasal dari non-hewani), untuk itu anjing masih memungkinkan diberikan diet vegetarian. Akan tetapi, tidak semua anjing menyukai diet tersebut dikarenakan protein hewani (protein yang berasal dari bahan hewani) mempunyai tingkat rasa yang lebih baik.

Banyak para pemilik anjing dan kucing yang memilih untuk memberikan hewan kesayangan mereka diet vegetarian atau makanan masakan rumah (home-cooked food) daripada memberikan makanan anjing atau kucing yang ada dipasaran (commercial pet food). Alasan yang paling mendasar adalah bahan utama dari pet food tersebut adalah daging yang sebenarnya masuk ke dalam kategori 4D (dead, dying, diseased, disabled). Dalam kategori tersebut biasanya berasal dari bagian-bagian hewan yang tidak layak dikonsumsi oleh manusia namun banyak diambil banyak pabrik-pabrik pengolahan petfood, kebanyakan dari bagian-bagian tersebut mengandung hormon, pestisida dan antibiotik yang sama yang terdapat di produk-produk hewani untuk dikonsumsi manusia.

Penjelasan diatas bukan berarti menutup kemungkinan anda tidak dapat memberikan diet vegetarian kepada hewan kesayangan anda, namun sebelum melakukan semuanya anda dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter hewan anda.

Sumber dari tulisan ini didapat dari :

Laman web petmd dot com

Laman web wikipedia dot org

Laman web peta dot org

Laman web treehugger dot com

Bahaya Coklat pada Hewan Kesayangan

Posted: December 7, 2011 by vet02ugm in Article
Tags: , , ,

drh. Amanda Rasul

SMILE PETS, Bukit Nusa Indah JL Melati No 16

CIPUTAT Tangerang Selatan 021 44380007

 

Kebanyakan anjing menyukai rasa manis, termasuk rasa manis dari coklat. Sedangkan kucing kurang menyukai rasa manis makanan. Coklat mengandung menthylxanthine yang disebut theobromine. Theobromine ini sangat toxic ketika dikonsumsi anjing dalam jumlah tertentu. 3 komponen methylxanthine sering ditemukan pada makanan manusia, yaitu kafein, theophyline, dan theobromine. Kafein sering ditemukan dalam kopi, teh dan minuman soda. Theophyline terutama ditemukan pada teh. Theobromine yang mengandung paling banyak methylxanthine didapat pada buah kakoa dan produk coklelat. Aksi utama dari komponen xanthine di tubuh ialah pada bagian system syaraf pusat, cardiovascular, ginjal, otot polos, dan muskoloskeletal. Theombromine memiliki aksi khusus melemaskan otot polos, mendilatasi arteri koronari, diuretika dan stimulasi jantung. Meskipun bukan merupakan masalah klinis yg sering ditemukan, keracunan theombromine pada anjing dapat mengancam nyawanya jika itu terjadi. Penelitian toksisitas telah menunjukan bahwa perbandingan dengan bebarapa species lain, anjing biasanya tidak sensitive dengan efek fisiologis dari theombirine. Pengaruh theombirine terjadi pada hasil yang lebih rendah dari metabolisme theombirine. Pengaruh nampak pada half life yang lebih panjang di peredaran darah dan jaringan. Setelah pemberian dosis tunggal, half life dari theobromine di plasma pada anjing dewasa masih ada dalam waktu 17.5 jam. Sebagai perbandingan, waktu paruh theombromine pada manusia hanya 3 jam. Penelitian ini telah dijadikan teori bahwa lamanya waktu paruh di anjing dapat menjadi potensi terjadinya reaksi keracunan theombromine akut setelah anjing mengkonsumsi makanan yang mengandung coklat. Gejala keracunan theobromine pada anjing biasanya muntah, diare, nafas terengah-engah, keletihan, meningkatnya urinasi ataupun urinasi yang tidak terkontrol dan kejang otot. Kejadian ini biasanya terjadi sekitar 4 sampai 5 jam setelah anjing mengkonsumsi makanan mengandung coklat. Awal terjadinya kejang pada keseluruhan anggota gerak, memiliki prognosis yang buruk pada kebanyakan kasus dan sering mengakibatkan kematian. Keracunan theombromine, dapat di tangani dengan memberikan obat perangsang muntah sesegera muingkin setelah anjing mengkonsumsi coklat. Activated charcoal (arang) yang dihancurkan dan campur air dapat diberikan untuk mengurangi penyerapan racun ke peredaran darah. Sayangnya tidak ada antidota yang spesifik untuk keracunan theombromine.

(dikutip dari Canine and Feline Nutrition, Mosby)

Pyometra pada hewan kesayangan

Posted: November 24, 2011 by vet02ugm in Article
Tags: , , , ,

Drh. Denni Kurnia

Pyometra adalah kondisi medis dimana pus (nanah) terakumulasi di badan uterus baik di anjing ataupun kucing. Kondisi ini terjadi setelah anjing ataupun kucing mengalami beberapa siklus estrus (menstruasi) dengan tidak diikuti kebuntingan. Abnormalitas hormon menyebabkan dinding uterus mengalami penebalan. Pada saat kondisi ini terjadi, cairan akan mulai mengisi dinding uterus yang mengalami penebalan, terjadi infeksi dan uterus akan terisi cairan berupa nanah karena pertahanan tubuh terhadap infeksi. Pada beberapa kondisi, cervix akan membuka dan akan menyebabkan nanah keluar melalui vagina dan menimbulkan bau yang tidak sedap, akan tetapi kondisi ini bukan merupakan kondisi yang terlalu mengancam jiwa hewan. Namun, jika kondisi cervix tertutup, maka pus (nanah) akan terjebak didalam uterus dan tidak dapat dikeluarkan dari dalam tubuh hewan. Pada kondisi ini, infeksi akan mengancam jiwa hewan jikatidak segera dilakukan operasi pengangkatan uterus (ovariohysterectomy).

Bagaimana bakteri bisa masuk kedalam uterus ?

Cervix merupakan pintu gerbang menuju ke uterus. Cervix akan tetap dalam kondisi tertutup rapat kecuali dalam keadaan estrus (heat). Pada saat cervix membuka, bakteri yang secara alami akan ditemukan di vagina secara mudah dapat masuk ke dalam uterus. Jika uterus dalam kondisi normal, bakteri-bakteri tersebut tidak akan bertahan hidup. Namun, disaat dinding uterus mengalami penebalan dan cystic, maka itu akan menjadi kondisi yang baik untuk perkembangan bakteri. Dikarenakan otot-otot dari uterus tidak bekerja secara sempurna maka bakteri tidak dapat dikeluarkan.

Kapan kasus pyometra dapat terjadi ?

Kondisi pyometra dapat terjadi pada setiap anjing dan kucing betina yang tidak/belum disterilisasi. Namun, usia 3 tahun keatas dan usia tua (lebih dari 7 tahun) merupakan usia yang beresiko tinggi. Pyometra biasanya terjadi pada saat 1-2 bulan setelah anjing atau kucing mengalami estrus (heat) yang terakhir.

Apa saja gejala klinis dari pyometra ?

Gejala klinis yang dapat dilihat tergantung dari terbuka atau tidaknya cervix. Jika dalam keadaan cervix terbuka, maka nanah (pus) akan mengalir keluar dari uterus melalui vagina ke arah luar tubuh. Nanah akan berwarna kekuningan, kecoklatan atau kemerahan. Biasanya leleran dapat terlihat di bulu dekat ekor, alas kandang (bedding) dan tempat-tempat dimana anjing biasanya duduk atau tidur. Seringkali, pemilik hewan tidak melihat leleran nanah dikarenakan leleran terlebih dahulu dibersihkan (dijilat) oleh hewan.

Demam, lemah, kehilangan nafsu makan dan depresi dapat juga terlihat sebagai gejala klinis. Jika cervix dalam keadaan tertutup rapat, leleran nanah tidak dapat mengalir keluar tubuh dan tidak dapat terlihat. Nanah akan terakumulasi di uterus dan menyebabkan uterus menjadi besar (bengkak). Beberapa kasus, pembengkakan di abdomen dapat terlihat.

Bakteri akan mengeluarkan racun (toksin) yang akan diserap sistem sirkulasi darah. Hewan yang mengalami kejadian pyometra biasanya akan menjadi sangat terlihat sakit. Hewan akan berhenti makan, cepat lelah dan depresi. Muntah dan diare tidak selalu terlihat. Racun (toksin) dari bakteri mempengaruhi kemampuan ginjal untuk mempertahankan cairan. Hal ini akan menyebabkan produksi urin meningkat dan akan meningkatkan jumlah air yang dibutuhkan tubuh (water intake). Hal tersebut dapat terjadi baik di pyometra dengan cervix terbuka ataupun tertutup.

Bagaimana diagnosis pyometra ?

Diagnosa terhadap pyometra terkadang susah, terlebih pada kasus dimana cervix dalam keadaan tertutup dimana tidak ada leleran nanah terlihat. Karena gejala-gejala klinis seperti yang dijelaskan diatas dapat terjadi dibanyak kasus lain.

Uji darah dan urin dapat dilakukan untuk membantu peneguhan diagnosa. Hewan yang mengalami pyometra biasanya akan menunjukkan peningkatan pada penghitungan sel darah putih (White Blood Cell Count) dan urin biasanya encer (dilute). Namun, abnormalitas seperti ini dapat terlihat juga dikebanyakan kasus dengan infeksi bakteri. Pemeriksaan radiografi (x-ray) atau USG dibagian perut (abdomen) dapat membantu untuk mengidentifikasi pembesaran uterus dan membedakan dengan kebuntingan. Sekaan (swab) dapat diambil dari vagina untuk membantu mengidentifikasi jenis bakteri yang menyebabkan infeksi.

Bagaimana penanganan terhadap pyometra ?

Pembedahan (Surgery): merupakan penanganan yang dianjurkan untuk mengangkat (remove) uterus dan ovarium. Penanganan ini dinamakan ovariohysterectomy (spay) dan penanganan ini adalah penanganan yang paling aman dan efektif  untuk menangani kasus pyometra. Namun, penanganan pada kasus pyometra ini sangatlah berbeda dibandingkan dengan pembedahan spay yang rutin dilakukan pada hewan yang sehat. Pada saat mengangkat uterus harus dilakukan secara hati-hati dikarenakan besar dan lemahnya uterus, serta jangan ada leleran nanah yang keluar selama pembedahan karena akan mencemari jaringan organ yang lain. Cairan intravena diperlukan sebelum dan setelah pembedahan. Antibiotik dapat diberikan selama 1 sampai 2 minggu.

Penanganan menggunakan obat dapat dilakukan dengan memberikan preparat prostaglandin untuk hewan yang diperlukan untuk pembiakan (breeding) dimana pembedahan tidak diinginkan. Prostaglandin adalah salah satu jenis hormon yang dapat mengurangi kadar hormon prgesteron, yang akan melemaskan dan membuka cervix serta mengerutkan (kontraksi) uterus sehingga mengeluarkan leleran nanah dan bakteri. Pemberian hormon dapat dilakukan untuk 3 sampai 5 hari. Namun, keberhasilan penanganan menggunakan preparat hormon lebih rendah dibandingkan dengan pembedahan. Selain itu,harga preparat hormon masih mahal dan dapat menyebabkan beberapa efek samping.

Efek samping tersebut antara lain mudah letih, napas terengah-engah, defekasi, salivasi dan sakit pada bagian perut. Efek ini terjadi dalam 15 menit setelah preparat hormon diberikan dan dapat bertahan beberapa jam.

Apa yang terjadi jika tidak diberikan penanganan ?

Peluang keberhasilan penanganan tanpa pembedahan ataupun preparat hormon sangatlah kecil. Jika penanganan (baik pembedahan atau preparat hormon) tidak dilakukan secepatnya, maka efek toksin dari bakteri akan berakibat fatal. Jika dalam keadaan cervix tertutup, dapat memungkinkan terjadinya pecahnya (rupture) uterus dan nanah akan mencemari ruang perut (abdomen), berakibat fatal.

Bagaimana mencegah terjadinya pyometra ?

Pyometra dapat dicegah dengan mensterilisasikan hewan (desexing/spay) pada saat mereka masih muda. Usia yang dianjurkan untuk melakukan sterilisasi hewan baik anjing ataupun kucing yang tidak dibiakan (breeding) pada umur 5-6 bulan.

We may be small but we grow, and we are independent

Drh Amanda rasul
Smile Pets
Bukit Nusa Indah. Jl. Melati no. 16
CIPUTAT – Tangerang Selatan
(021) 44380007
_______________________________________________________________________________________
Drh. Rosaria
d’Osmond Petshop
Jl. Alianyang Gg. Pelangi no 112 Kel. Kuala
Singkawang – Kalimantan
_______________________________________________________________________________________
Drh. Zita Okarina
Zita Pet Clinic
Jl. Raya Muchtar no 8
Sawangan – Depok
(021) 68988880

Benign Growth Tissue

Posted: November 15, 2011 by vet02ugm in Uncategorized

drh Zita Okarina

@ZitaPetClinic, Jl. Raya Muchtar no 8, Sawangan – Depok

(021) 68988880

Anjing lokal, 7 tahun, betina yang diduga menderita benigna growth tissue. Anjing datang dengan kondisi daerah elbow joint bengkak dengan benjolan dan nampak bergerombol. Hal tersebut ditemukan pula pada bagian mammae. Anjing tetap aktif dengan nafsu makan baik. Pemeriksaan darah didapat leukocytosis (WBC: 18.7 x 10^9/L ), sedang kadar calcium normal (2.44 mmol/L. Radiologi (X-ray) tidak menunjukan ada benda asing (pus/tulang) dalam jaringan. Disarankan kepada pemilik untuk dilakukan FNA (Fine Needle Aspiration) dan cytology. Pengobatan dengan pemberian amoxicillin long acting dan dexamethasone, dan tidak melakukan prosedur agresif-surgery dengan pertimbangan usia anjing (7 tahun) yang masih kondisi sehat dan aktif serta kemampuan pemilik.

p04-01-09_1023

p13-01-09_1825p13-01-09_182501

p04-01-09_1023011


Drh.Kunta Adnan Sahiman

Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Ambon, Jln.A.Y.Patty No.1

telp.(0911)3366677/085292149007

Mencret atau diare pada sapi merupakan istilah yang menunjukan atau menggambarkan kondisi sapi yang mengeluarkan kotoran/ feses dengan dengan ferekuensi  yang sering dan berbentuk agak lembek bahkan cenderung  cair. Mencret/ Diare pada sapi adalah tanda bahwa telah terjadi perubahan fisologis normal pada tubuh sapi atau tanda bahwa sapi telah terinfeksi penyakit.

Secara umum penyebab diare bisa dikategorikan dalam 2 faktor yaitu:

  1. Faktor Fisiologis
  1. faktor Infeksi Penyakit

Dan mengenai pertolongan pertaama yang akan kami uraikan berikut ini lebih cenderung Kami sarankan untuk mengatasi sapi yang mengalami diare akibat faktor fisiologis namun dapat juga digunakan sebagai terapi yang mendukung proses kesembuhan diare yang disebabkan oleh penyakit.

Sebelum berlanjut dengan cara pertolongan pertama terhadap sapi mencret secara tradisonal, terlebih dahulu akan sedikit Kami informasikan mengenai cara mengenali sapi yang mengalami diare akibat faktor fisologis dan faktor infeksi penyakit.

Sapi yang menderita mencret/ diare akibat faktor fisologis biasanya menunjukan gejala mencret namun tidak disertai adanya darah, lendir, bau busuk, cacing dan ketidak normalan lainnya. Selain itu, sapi masih terlihat sehat dan masih menunjukan nafsu makan yang baik.Sedangkan Sapi yang menderita mencret/ diare akibat faktor Infeksi Penyakit  menunjukan gejala seperti :

  • Mencret/Diare secara terus-menerus (profus)
  • Feses lembek sampai cair, berwarna gelap/kehitaman, berbau busuk, kadang disertai lendir, bercak darah/segmen cacing yang keluar dari lubang anus
  • Tubuh terlihat kurus, pucat, lemah dan lesu
  • Dari mata dan hidung keluar eksudat / lendir
  • Bulu kasar, kaku dan rontok
  • Nafsu makan menurun
  • Merejan/merintih
  • Punggung melengkung
  • Jalan sempoyongan atau bahkan sampai ambruk

Penanganan

Inti dari penanganan sebuah penyakit adalah menghilangkan penyebab penyakit dan mengatasi efek yang ditimbulkan akibat penyakit. Adapun Faktor Fisiologis yang menyebabkan mencret/ diare dapat berupa perubahan lingkungan ternak, meliputi perubahan pakan, perpindahan ternak, perubahan cuaca, dan pergantian pemeliharaan. Untuk itu cara penanganannya adalah dengan tidak melakukan perubahan yang mendadak dalam hal pakan, perpindahan lokasi kandang dan sebagainya agar ternak tidak stres. Selain itu untuk mengganti cairan tubuh yang hilang maka diberikan cairan elektrolit terutama air, bikarbonat, sodium dan potassium atau larutan garam agar tidak terjadi dehidrasi yang lebih lanjut. Berikut disajikan resep cairan elektrolit yang dapat digunakan sebagai pertolongan pertama untuk mengatasi diare :

  • 3 kotak kecil kaldu sapi instan (bisa juga menggunakan 1 sachet kaldu sapi)
  • 1 sachet agar agar bubuk
  • 2 sendok garam
  • 2 sendok soda kue/baking soda/sodium bicarbonate/NaHCO3

Selain untuk mengembalikan keseimbangan cairan tubuh juga diperlukan pengobatan untuk mengurangi gejala yang terjadi agar tidak menjadi lebih parah yaitu dengan :

1. Arang tempurung kelapa

Cara membuat :

  • Tumbuk halus arang tempurung kelapa.
  •  Ayak, lalu tampung dalam wadah yang mudah disimpan.

Cara Pengobatan
Untuk mengobati sapi berikan sebanyak 50 gram melaui mulut

2. Minyak kelapa 500 ml
Cara Pengobatan :
Minumkan untuk pengobatan seekor sapi
3. Daun nangka maupun buah nangka yang masih muda dan baru tumbuh diberikan secara langsung maupun ditumbuk dan dicampur sedikit air lalu diminumkan ke ternak
4. Campur dan haluskan temu ireng, kunir, kencur, lempuyang dantempe busuk masing-masing 200-300 gram, dimasukkan ke dalam plastik dan didiamkan selama 1 malam lalu diperas. Hasil perasan diminumkan 3 kali sehari selama 2 hari.

5. Campur dan haluskan lempuyang 3 biji, gula pasir 250 gram lalu tambahkan 10 liter air masak dan diminumkan ke ternak dengan dosis 1 liter/ekor 3 kali sehar

Mencret/diare akibat faktor fisologis tersebut tentunya terjadi saat kondisi tubuh sedang menurun yang umumnya disebabkan oleh stress akibat perubahan lingkungan. untuk mencegah stress tersebut dapat dilakukan engan memberikan lingkunyan yang nyaman, makanan yang cukup serta bernilai gizi tinggi dan tambahan multivitamin yang selain berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh juga berfungsi sebagai vitamin untuk penggemukan ternak.

Semua cara penanganan yang kami berikan diatas adalah untuk sementara dan mengurangi keparahan penyakit, untuk pengobatan maksimal sekali lagi saya sarankan untuk menghubungi dokter hewan atau mantri hewan setempat.

drh Zita Okarina

@ZitaPetClinic, Jl. Raya Muchtar no 8, Sawangan – Depok

(021) 68988880

  1. You look at a cardboard box and recognize its coffin potential!
  2. You go out to a club, when the black light comes on you find you are checking yourself for ringworm!
  3. You can eat lunch while cleaning up a Parvo blowout!
  4. You keep your milkshake frozen in the freezer next to the dead bodies!
  5. You take your kids’ temperature and think 38° is normal! ( what do you mean it’s not?)
  6. After seeing what goes into the washing machine at work your own laundry doesn’t seem so dirty!
  7. Your work clothes look like your pyjamas!
  8. You open your lunch container and find a spleen!
  9. You have no problem eating your lunch on the wet sink where they have just finished a necropsy!
  10. All of your pets are either three-legged, lame or blind in one eye!
  11. You’ve done an anal probe on a bird!
  12. You can detect maggots at 100 paces, just by the smell!
  13. To you pets are more recognizable than their owners!
  14. When eating you find a hair in your food – you pull it out and keep on eating!
  15. The first thing you wonder when opening up a big cat abscess is ”Where are the Ritz crackers?”!
  16. You cough up hairballs!
  17. You are the first one in the hospital in the morning and you don’t notice the smell!
  18. You can play connect the dots with all of your scars and puncture wounds!
  19. When NORMAL people won’t eat meals with you!
  20. You get the flu and begin to sympathize with the Parvo dog!
  21. Your salary barely covers your food bill, but ALL your animals eat a premium brand food!
  22. Your medicine cabinet holds nothing but animal medications!
  23. If you have EVER picked up poop with your bare hands!!
  24. You can put a muzzle on with one hand tied behind your back!

drh Amanda Rasul

Smile Pets, Bukit Nusa Indah, Tangerang Selatan

Tlp: 021 44380007 /House Call: 0856 911 39 007

Dokter hewan bukanlah dukun apalagi tuhan. Jadi penjelasan dari pemilik hewan sangat lah diperlukan. Karena hanya pemilik yang bertanggung jawab lah yang mengetahui kondisi sebenarnya hewan tersebut. Begitupula pada penyakit kulit. Ketika kamu membawa hewan kamu ke dokter hewan karena masalah kulit, kamu bisa membantu dokter hewan untuk mendiagnosa masalah dengan memberikan informasi yang akurat tentang hewan kamu seperti:

 

  • Masalah utama. Apa yang mengganggu hewan kamu?
  • Lama dari masalah kulit yang sudah didapat.
  • Umur hewan saat pertama kali kendapat masalah tersebut. Beberapa penyakit kulit lebih umum terjadi pada umur-umur tertentu.
  • Breed hewan tersebut (termasuk indukanya,jika mix). Beberapa breeds memiliki kecenderungan terhadap penyakit tertentu. (termasuk hubungan dengan hewan lainya yang berada dalam satu kawasan maupun satu keturunan)
  • Kebiasaan hewan seperti menjilat, menggesek, menggaruk ataupun menggigit bagian kulit tertentu.
  • Bagaimana penyakit kulit tersebut mulai dan kelanjutanya. Sebagai contoh, masalah awalnya ialah gatal pada bagian tertentu dan memburuk menjadi self-trauma yang berkembang menjadi adanya luka infeksi sekunder atau infeksi.
  • Jenis masalah kulit yang kamu lihat dan kapan.
  • Waktu-waktu seperti apa hewan kamu mulai ada masalah kulit. Beberapa penyakit kulit berhubungan dengan musim ataupun cuaca, seperti musim hujan atau kemarau.
  • Bagian pada tubuh yang pertama kali terlihat adanya masalh kulit.
  • Jika sudah pernah diobati, bagaimana respon sete;ah pengobatan, serta obat apa saja yang sudah digunakan. Sebagai contoh, jika hewan peliharaaan kamu tidak ada respon setelah pemberian antibiotic, maka ini sangat lah menolong dokter hewan anda.
  • Seberapa sering kamu memandikan hewan kamu, dan kapan terakhir kali kamu memandikannya. Jika baru saja dmandikan, maka itu akan mempengaruhi bentukan dari masalah kulit tersebut. Terlalu sering mandi dan dibasahkan, juga dapat memperburuk beberapa masalah kulit.
  • Keberadaan kutu (fleas), caplak (ticks), atau tungau (mites) dan apa yang biasa kamu gunakan untuk mengontrol masalh tersebut.
  • Kondisi kesehatn hewan lain yang pernah berdekatan dengan hewan kamu.
  • Kondisi lingkungan hewan kamu. Termasuk adanya perubahan lingkungan baru. Perubahan lingkungan pada hewan kamu, dapat mempengaruhi perkembangan dari penyakit kulit.

 

Demam Berdarah pada Anjing

Posted: January 28, 2011 by vet02ugm in Article
Tags: , , , ,

drh Amanda Rasul

Smile Pets, Bukit Nusa Indah, Tangerang Selatan

Tlp: 021 44380007 /House Call: 0856 911 39 007

 

Jangan pernah remehkan caplak (tick) pada anjing anda. Tahukah anda kalau anjing pun bisa terkena demam berdarah seperti halnya manusia. Tapi berbeda dengan manusia, perantara terjadinya demam berdarah pada anjing ialah caplak. Selain itu demam berdarah ini juga bukan disebabkan oleh virus melainkan rickettsia yang menyebabkan gejala yang menyerupai gejala demam berdarah pada manusia. Demam berdarah pada anjing lebih dikenal dengan istilah tick fever, erlichiosos ataupun tropical canine pancytopenia. Caplak yang mengisap darah anjing akan memasukan telur erlichia ke dalam darah dan berkembang. Penulis lebih suka menjelaskan tick fever sebagai demam berdarah pada anjing, dikarenakan kemiripan gejala klinis dengan demam berdarah pada manusia.

 

Seperti halnya pada manusia yang terkena demam berdarah, anjing yang terkena tick fever akan terasa demam serta adanya bintik-bintik merah pada daerah kulit yang tipis, seperti bagian dalam telinga ataupun bagian bawah perut. Bintik-bintik merah tersebut diakibatkan rendahnya kadar trombosit dalam darah (thrombocytopenia). Nafsu makan anjing akan menurun dan terlihat pucat. Kondisi yang lebih parah akan terlihat adanya leleran hidung, muntah, adanya limfadenopati dan splenomegali (pembengkakan limfa). Jika kondisi trombosit serta sel darah merah anjing sudah sangat rendah, maka transfusi darah sangat diperlukan. Kondisi yang parah dapat menyebabkan kematian.

 

Kasus tick fever ini sendiri sering sekali penulis temui dan tak jarang harus dilakukan transfusi darah. Dengan menggunakan immunocomb antibody test kit, dapat dketahui apakah anjing tersebut terkena atau tidaknya tick fever. Selain itu, dengan pengecatan giemsa, dapat ditemukan kumpulan dari erlichia canis di sitoplasma dari monosit maupun netrofil, meskipun cukup sulit untuk menemukanya.

 

Pencegahan merupakan aspek yang paling utama. Mencegah adanya caplak bukan hanya dengan membersihkan anjing anda, tetapi lingkungan pun harus sangat diperhatikan. Walaupun anjing anda sudah bersih dari caplak, namun bila lingkungan sekitar seperti kandang, dinding rumah, karpet dan sebagainya masih terdapat caplak maupun telurnya, maka anjing anda akan dengan mudah didatangi kembali oleh caplak.

Biasakanlah memandikan anjing anda seminggu sekali dan jika perlu dengan menggunakan shampo yang mengandung obat untuk membunuh caplak. Penggunaan obat spray, tick collar (kalung leher yang mengandung obat untuk menghilangkankan kutu dan caplak), maupun obat tetes juga sangat baik digunakan.

 


 

drh. Tryono

Anamnesa

Pedet usia 5 hari dilaporkan tidak bisa berdiri dengan sempurna dan diduga mengalami patah tulang. Berdasar keterangan pemilik pedet tersebut mengalami susah lahir dan dibantu dengan di tarik menggunakan tambang, setelah pedet bisa keluar pada kedua kaki depannya terdapat luka bekas tambang. Sampai hari kelima setelah lahir, luka pada kaki depan sebelah kanan belum sembuh dan pedet tidak mampu berdiri.

Pemeriksaan fisik

Pedet terlihat agresif, tetapi tidak mampu berdiri, setelah dibantu diangkat bisa berdiri tetapi kaki depan kanan di angkat.  Pada kaki depan kanan terdapat luka yang cukup besar dan sudah mulai mengalami pembusukan, ketika dilakukan penekanan pada daerah sekitar luka, keluar nanah berbau busuk dan pedet mengalami kesakitan. Dari bagian dalam luka tersebut terlihat jelas adanya tulang metacarpal yang patah.

Diagnose:

Fractura os metacarpal

Penanganan

Kemungkinan penanganan yang bisa dilakukan adalah:

  • penyambungan kembali (mis: pinning)
  • amputasi
  • afkir (disembelih; euthanasia)

Berdasarkan pertimbangan luka yang sudah busuk  dan kondisi pedet yang masih kuat maka diputuskan untuk melakukan amputasi.

Tehnik operasi

# Persiapan alat dan bahan

Meliputi : satu set alat operasi minor, gegaji besi, karet gelang, silet pencukur rambut, kapas, tampon, benang, kasa steril, perban (bandage), lidocain, antibiotic injeksi dan spray, desinfektan, kalium permanganate (PK), aquadest steril.

# Cara amputasi :

1.       Pedet di rebahkan lateral

2.       Rambut  pada daerah kaki di bagian atas luka patahan dicukur bersih

3.       Dilakukan desinfeksi menggunakan alcohol dan  larutan iodine.

4.       Karet gelang (tourniquet) dipasang pada  bagian atas dari tempat yang akan dilakukan incise.

5.       Dilakukan anastesi local, linear melingkari kaki pedet yang akan dipotong.

6.       Potongan ujung distal tulang metacarpal yang patah di buang

7.       Dilakukan incise melingkar pada daerah yang di anastesi

8.  Dilakukan pemotongan tulang metacarpal kira-kira 10 cm diatas luka bekas patahan awal

9.       Penghentian pendarahan

10.   Muskulus dan Kulit dijahit

11.   Penutupan luka dengan perban

Perawatan post operasi di lakukan injeksi  antibiotic selama 5 hari berturut-turut dan dilakukan penggantian  perban setiap 3 hari sekali. Sekitar seminggu post operasi pedet sudah bisa berdiri dengan tiga kaki.

Notes :

Ini adalah pengalaman pertama kami mendapatkan kasus seperti ini. Saya bersama salah satu rekan dokter hewan (drh. Tulus) mencoba menerapkan metode yang kami anggap paling mudah dan paling tepat untuk dilakukan sesuai yang kita tau.

Amputasi  yang kita lakukan dipilih pada bagian corpus metacarpal karena dengan pertimbangan apabila dilakukan amputasi pada daerah peesendian akan lebih rumit karena banyaknya tendon yang menempel pada ujung tulang di daerah persendian.

Anastesi yang dilakukan menggunakan anastesi local linear block karena kurangnya pengalaman dan pengetahuan anastesi regional daerah kaki.

Kulit pada daerah incise didorong ke atas terlebih dahulu sebelum dilakukan pemotongan karena diharapkan setelah pemotongan tulang diperoleh bentukan kulit yang lebih panjang daripada tulang sehingga bisa digunakan untuk menutup luka di ujung distal kaki.

Setelah tulang dipotong  didapatkan kulit lebih panjang dari tulang. Kemudian pada ujung kulit tersebut dipotong dengan pola seperti huruf “V” pada dua sisi yang berlawanan baru kulit dijahit.