PROLAPS VAGINA CERVIX

Posted: August 24, 2010 by vet02ugm in Our Case

drh Imam Alriadi


Anamnesa :

Kejadian kasus, sabtu 31 juli 2010, pukul 7.30

Anak kandang menyebutkan bahwa hari sebelumya normal, tidak ada tanda-tanda mengejan. Pagi hari ditemukan sapi telah mengalami prolaps vagina cervix.

Pemeriksaan Fisik

Umur sapi ± 9 tahun, sapi mengejan terus menerus, lebih banyak dalam posisi duduk sambil mengejan

Kondisi tubuh kurus, ditunjukkan dengan terlalu menonjolnya tulang pelvis,

Puting susu membesar, ambing mengalami pembengkakan, pertanda sapi dalam keadaan bunting tua

Bagian pangkal vagina dan cervix cenderung lebih keras daripada kejadian prolaps yang lain. Terdapat lochea/leleran pada ujung cervix, cervix dalam proses pembukaan pertama.

Dilakukan palpasi per rectal, diketahui sapi dalam keadaan prepartus..

Diagnose : Prolaps Vagina Cervix Prepartus

Penanganan :

Pada kasus ini hanya ada tiga kemungkinan :

1.     Sectio caesaria

2.     Injeksi Hormon Pembantu Kelahiran

3.     Sapi di potong

Berdasarkan beberapa pertimbangan :

1. Kondisi sapi yang terlalu kurus, dan beresiko tinggi apabila dilakukan sectio caesaria

2. Tidak ada paramedis atau rekan kerja yang membantu proses sectio caesaria

3. Terbatasnya peralatan medis dan obat-obatan

4. Biaya section caesaria yang mahal

Maka sebagai dokter hewan saya memutuskan untuk melakukan Injeksi Hormon Pembantu kelahiran. Hormon yang disuntikkan adalah oxytocine sebanyak 50 IU.

Dengan saran : apabila selama tiga hari sapi tidak mengalami partus, sebaiknya sapi di potong

Senin, 2 Agustus 2010, pagi hari

Anak kandang melaporakan bahwa sapi telah melahirkan dengan kondisi pedet normal dan sehat (wah sayang banget pas momen ini nggak saya foto), akan tetapi induk tetap mengalami prolaps vagina cervix. Kejadian prolaps vagina cervix pada post partus harus segera ditangani, apabila tidak segera di tangani maka akan melanjut pada Prolaps uterus total yang semakin sulit untuk di tangani. (secara teori sih mudah, tapi secara praktek, tangan pegel-pegel kalo habis mendorong uterus yang prolaps).

Penanganan Prolaps

1.     Bagian vagina yang mengalami prolapsus di bersihkan dengan air yang telah dicampur Iodium Tincture sebelumnya

2.     Bagian vagina dan cervix kemudian di dorong dan di masukkan dengan cara menguakkan vulva, mendorong vagina bagian ventral terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan bagian dorsal. Kemudian ujung prolaps dimasukkan dengantangan seperti meninju kearah dalam.

Hal yang perlu diperhatikan adalah : hindari terjadinya bleeding, dan yang kedua, apabila prolaps sudah di masukkan pada posisi yang benar, secara otomtis sapi akan urinasi alias kencing, deres banget biasanya, sepatu bootku sampe basah semua, anget lagi kencingnya. Hal ini terjadi karena semasa prolaps, saluran urethra akan tertutup/tergencet dengan bagian vagina yang keluar. Itu pasti sakit itu,,, apabila sapi tidak kencing setelah prolaps kemasukan, ada indikasi posisi yang salah, sehingga perlu di reposisi ulang..

3.     Anestesi epidural

Anestesi epidural ini, jarum di suntikkan pada ruang intercoccygeal pertama

Dicontohkan dengan gambar saja ya, saya ambil dari buku anestesi veteriner jilid I, penulisnya drh. I Komang Wiarsa Surdjana dan drh. Diah kusumawati,  berikut gambarnya :

Apabila berhasil, maka bagian-bagian yang terblokir oleh anestesi epidural ini adalah bagian yang di arsir pada gambar berikut, apabila menggunakan procain 2% sebanyak 10 cc :

Apabila telah dilakukan anestesi, maka perlu kita cek terlebih dahulu, apakah anestesi yang kita lakukan sudah bekerja atau belum. Caranya adalah dengan melihat ekornya, apabila ekornya sudah lemas, dan tidak ada gerakan menyibak-nyibakkan ekor,maka obat sudah mulai berfungsi. Cara yang kedua adalah yang paling valid, kita ambil jarum steril kita suntikkan pada bagian yang akan kita jahit. Apabila sapi menendang-nendang atau masih bergerak, berarti efek obatnya belum sempurna, perlu di tunggu beberapa menit atau di tambah dosisnya.

Obat yang digunakan adalah Lidocaine 2 %. Berdasarkan pengalaman, 2 ampul atau 4 cc saja sudah cukup untuk kasus ini. Pemberian ini aman, berdasarkan yang saya baca di buku anestesi veteriner, anestesi ini pada sapi menggunakan procaine 2% dengan pemberian mencapai 17 cc atau 9 ampul.

4.     Menjahit vagina

Benang digunakan adalah tali sepatu, tentuya sudah di rendam dalam Iodium tincture supaya steril. Saya pernah bertanya kepada kolega saya, drh, Totok Romansyah, kalo di Ngawi mereka menggunakan pita.

Model jahitan yang saya lakukan adalah sederhana menerus, kalo saya tanya kolega saya, drh, Totok Romansyah, mereka menggunakan model menjahit lubang peluru, yang memutari vagina.

Berdasarkan yang saya baca di Ilmu Kebidanan pada Ternak sapi dan kerbau, jahitan lebih baik di buka kembali setelah 24 jam.

5.     Untuk menghindari infeksi, sebaiknya sapi di beri antibiotic, penangan suportif terapi yang lain seperti antihistamin dan ATP.

Hasil jahitannya seperti ini ni…

Alhamdulillah, sapinya sehat sampai hari ini… pedetnya juga.. Juga

About these ads
Comments
  1. kunta says:

    artikel yg menarik dan sering ditemui dilapangan…
    mam, berdsar pengalamanku…kayaknya kalo prolaps belum bisa dibuka setelah 24 jam…masih rentan banget muncul prolaps lagi…
    kalo aku biasanya pake sederhana tunggal dengan tali rafia.alasan pake rafia krn tali tsb tidak merobek kulit dan g perlu kubuka lagi karena tali tsb gampang lapuk. kena kencing terus menerus tali tsb juga bakal putus sendiri.
    info yg enarik tentang anastesi epiduralya..selama ini aku g pernah pake anastesi, langsung jahit aja…he2…nekat mode on…

    • Imam alriadi says:

      drh.kunta dan drh.aldi :
      iya dok, berdasarkan pengalaman saya di lapangan juga demikian. apabila jahitan dibuka setelah 24 jam, resiko terjadinya prolaps lagi lebih besar.
      memang disebutkan oleh pak mozas bahwa setelah 24 jam jahitan harus dibuka kembali. akan tetapi menurut saya pribadi hal ini adalah kondisional. tergantung keadaan sapinya. :)

      • vet02ugm says:

        juga paska perlakuan diatas, lebih bagus klo posisi sapi bagian belakang lebih tinggi dari bagian depan.
        klo kata orang jawa bilang: “nJengking”

  2. Zita says:

    Menarik,
    menyebutkan kolega drh. Totok juga :)

    ada pengalaman tentang sapi yang tidak ada lubang rectalnya tidak?
    please share, thanks

    Zita

  3. aldi says:

    iya dok, klo br 24 jam kadang prolaps nya muncul lagi.
    vulva trus gampang dipake (klo punya) coz tinggal tusuk dan putar..hehehe

  4. ibrahim says:

    Apakah penyebab dari kasus tersebut dok?apakah hanya bersifat fisiologis atau adakah penyebab patologis dok?apakah kasus seperti ini bisa dicegah?jika bisa bgmn caranya?

    • Imam alriadi says:

      kata pak mozas, predisposisi kasus prolaps ini antara lain pertautan mesometial yang panjang, uterus yang lemas, atonik dan mengendur.
      biasanya keadaan ini terjadi pada sapi yang sudah tua, malnutrisi, dan terkadang stress, dikejar2, atau diseruduk temannya,
      btw, ibrahim itu Nina adriana ibrahim bukan? :D

  5. onlinevet says:

    posisi kandang atau daerah umbaran yg terlalu mirig juga merupakan predisposisi…BTW, ada yg punya info lowongan dokter hewan puskeswan di sekitar temanggung, kendal, waleri?ada yg nanya soalnya.tq

  6. ibrahim says:

    ahahahaa..ketauan deh :D

  7. rizqi says:

    oke banget fren,bagi2 ilmu yo! aq dukung dgn doa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s