Air Mata Buaya

Posted: February 16, 2009 by newvetontheblog in You Ask "why"
Tags: ,

Aldi Salman, DVM

Pada awalnya diketahui bahwa buaya tidak dapat menangis karena mereka tidak punya kelenjar air mata, yang seperti umumnya hewan yang banyak hidup di air. Air mata buaya pun dianggap sebagai kiasan untuk orang yang berpura-pura menangis, atau untuk orang yang menggunakan tangisan untuk menarik simpati orang lain.

Ternyata air mata buaya itu memang kenyataan, ternyata bagi sang reptil itu bukan berpura-pura. Buaya memang benar-benar mencucurkan air mata ketika mereka sedang makan. Tetapi tetap tidak dalam arti yang sesungguhnya. Dahulu kala, buaya dikatakan menangis ketika mereka dengan terpaksa, karena kelaparan, memangsa manusia yang sebenarnya berteman. Buaya menangis meratapi kesedihan.

crocodile-tears

Zoologis dari Universitas Florida, Kent Vliet mengamati dan merekan empat buaya caiman dan tiga aligator di sebuah taman zoologi di Florida. Lima dari tujuh buaya tersebut menangis ketika sedang makan, bahkan hingga mengeluarkan gelembung air mata.

“Memang banyak sekali referensi pada literatur umum yang menjelaskan tentang makan dan menangis pada buaya. Namun semuanya lebih dalam bentuk sebuah anekdot. Dari pandangan biologi ini cukup membingungkan bagi subjek penelitian ilmiah. Jadi kami memutuskan untuk melihatnya secara lebih dekat,” kata Kent seperti dikutip Science Daily.

nangis euy..

Dalam penelitian tersebut, buaya diberi makan di daratan, karena diasumsikan ketika berada di air akan lebih sulit diamati karena secara alami terdapat banyak air di sekitarnya. Air mata yang tampak adalah nyata, seperti air mata manusia, yang diproduksi di kelenjar lakrimalis. Kelenjar ini memproduksi cairan proteinaseus yang disekresikan di belakang membran niktitan (third eyelid). Cairan ini membantu membersihkan mata, melumasi membran niktitan yang dapat bergerak menutupi mata, dan kemungkinan dapat membantu mengurangi pertumbuhan bakteri. Air mata hanya tampak ketika buaya keluar dari air dalam waktu yang relatif lama dan mata menjadi lebih kering.

cbd-faq-q6a

Pada gambar di atas tampak membran niktitan dari Crocodylus johnstoni. yang menyisir permukaan untuk membersihkan dan melindungi mata ketika buaya berada di bawah air. Ketika mata buaya terbuka, tepi membran niktitan hanya tampak pada sudut mata. Kadang kala, sebagian peneliti menyatakan membran inilah yang tampak seperti air mata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s