Ferret Vaccination Programme

Posted: February 17, 2009 by vet02ugm in Article

Lilis Kurniati, DVM

Terdapat beragam program vaksinasi yang diberikan untuk hewan, salah satunya ferret atau yang umum dikenal sebagai musang.

1. Vaksin pada ferret dimulai pada umur 8 minggu lalu diulang setelah berumur 12 minggu sebagai vaksinasi primer, setelah itu baru annual vaccine atau diulang tiap tahun. Karena umur yg paling baik atau tepat untuk divaksin adalah umur 8 dan 12 minggu, sebaiknya ferret yg umurnya kurang dari 8 minggu tidak divaksin terlebih dahulu.

2. Jika umur ferret lebih dari 12 minggu cukup hanya divaksin satu kali saja, walaupun setelahnya masih dapat divaksin satu kali lagi atau sebagai booster 4-6minggu kemudian.  Sampai saat ini belum dapat ditemukan data yg akurat untuk proteksi vaksin selama 2 tahun atau lebih, yang paling baik memang sebagiknya vaksin diulang tiap tahun sekali atau annual vaccine.

3. Injection vaccine untuk ferret juga sama seperti anjing dan kucing yang dilakukan secara sub cutan/SC.

Vaksin yang biasa digunakan yaitu untuk preventif distemper karena ferret jika sudah terkena virus ini akibatnya sangat fatal, sama halnya dengan canine distemper virus pada anjing yang menyebabkan kerusakan permanen pada brain atau otak.

Vaksin yang biasa digunakan untuk ferret biasanya C3 atau C4 (canine parvo virus, canine adeno virus , canine distemper virus ). Bordetella bronchiseptica ternyata juga dapat terjadi pada ferret yang dikenal saat ini dengan istilah ” snuffles” syndrome. Saat ini unutk vaksin Bordetella intranasal  tidak direkomendasikan karena dapat menginduksi penyakit/disease.

Cara penggunaannya C3 atau C4 vaccine hanya dipakai 1/6 dosis anjing. Satu dosis vaksin vial dengan 1,5 ml sterile water hanya diberikan 0,25 ml SC. Karena itu, tiap vialnya dapat digunakan untuk 6 ferret. Sebenarnya hanya antigen distemper saja yang dibutuhkan, tetapi karena tidak ada lagi vaccine straight Distemper yang tersedia, maka dapat menggunakan kombinasi vaccine C3 atau C4. Canine parvovirus dan adenovirus termasuk non pathogenic di ferret dan bukan replicate. Extra antigen ini sejauh ini tidak menyebabkan problem apa pun alias masih aman-aman saja.

Untuk vaksin rabies pada ferret sejauh ini belum perlu, tetapi jika sang pemilik ingin membawanya ke negara lain yg mewajibkan unutk divaksin rabies juga tidak ada masalah, karena pada dasarnya rabies menyerang seluruh hewan berdarah panas.

Comments
  1. Dr.Lilis kurniati.DVM says:

    sudahkah hamster, quenea pig, ferret kesayangan anda divaccine???

    cintai hewan kesayangan anda

    lakukan preventif, jangan tunggu ferret anda terkena distemper ke!

  2. Widagdo SN says:

    Sedikit sharing, Ferret/musang ini termasuk satwa liar jadi “handling” menjadi masalah sehingga sulit dilakukan vaksinasi, tetapi kalau hewan ini “dipelihara” dan menjadi “exotic pet animal” maka program vaksin rabies menurut hemat saya harus disesuaikan dengan kondisi setempat (sesuai aturan yang berlaku, daerah bebas rabies atau tidak). BTW informasi ttg vaksinasi Ferret ini menarik karena masih sangat langka di Indonesia, mungkin Dr.Lilis dapat memberikan informasi yang lebih luas lagi mengenai hewan ini.
    Salam.

    Widagdo SN
    Bag. Kesmavet FKH UGM

  3. lilis kurniati.DVM says:

    salam…
    pa kabar drh.Widagdo
    masalah handling nanti saya akan jelaskan selengkapnya dan info yg laen tentang ferret dalam 2minggu ini mudah2an sudah bisa tampil di blog.

    mengenai vaccine rabies diatas sudah saya jelaskan belum perlu,dan diBrunei sudah bebas rabies jadi disini tidak dianjurkan vaccine rabies.vaccine rabies dipakai jika the owner atau pemilik ingin melakukan export the ferret yg mana negara tersebut ada syarat dalam import permitnya untuk vaccine rabissin.

    terimakasih atas commentnya..
    ditunggu comment yg lain…

  4. dyah kunthi says:

    maaf ralat…maksutnya vaksin intra nasal

  5. dyah kunthi says:

    intra nasal bisa menginduksi penyakit…itu pada ferret itu sendiri atau juga untuk hewan lainnya?makasih

  6. Dr.Lilis.K says:

    setahu saya untuk hewan laen juga bisa menginduksi penyakit jika vaksin Bordetella dilakukan secara intranasal , maka dari itu yg dianjuran adalah injection subcutan karena lebih aman

    terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s