Kehamilan dan Proses Kelahiran pada Lumba-Lumba

Posted: February 20, 2009 by vet02ugm in Our Case

Drh. Yus Anggoro Saputra


Gelanggang Samudra sebagai suatu lembaga konservasi ex-situ, sesuai
dengan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kehutanan Nomor :
P.53/Menhut-II/2006, lembaga ini berkewajiban untuk menjalankan fungsi
utama lembaga konservasi yaitu pengembangbiakan dan atau penyelamatan
satwa dengan tetap mempertahankan kemurnian jenisnya.

01

Program breeding lumba-lumba di lembaga ini telah berjalan selama
lebih dari 30 tahun sejak lembaga ini didirikan. Hingga saat ini
lumba-lumba yang telah lahir sebagai hasil dari program breeding
sebanyak 32 ekor. Lumba-lumba ke 32 baru saja lahirpada pertengahan
februari dari pasangan lumba-lumba terpilih yang memang sengaja
digunakan dalam program breeding.

Pada awalnya kedua lumba-lumba ini dipasangkan bersama dalam satu
kolam pada akhir desember 2007 dengan tujuan agar terjadi perkawinan
dan diharapkan terjadi kehamilan. Ketika perkawinan sudah sering
teramati dan beberapa minggu kemudian terjadi perubahan pada fisik
lumba-lumba betina, tim kesehatan hewan sudah merasa curiga dan
berharap kalau-kalau lumba-lumba betina mengalami kehamilan.
Pemeriksaan level hormon progesterone pertamakali dilakukan pada bulan
april 2008 dan didapatkan angka 31,8 ng/ml, dan merupakan angka yang
cukup tinggi untuk mengindikasikan kehamilan.

Untuk mempermudah pengamatan dan perawatan, pada bulan april
lumba-lumba betina akhirnya dipindahkan di sebuah kolam perawatan
khusus. Di kolam baru ini pengamatan, pemeriksaan, dan perawatan
terhadap dugaan kehamilan menjadi lebih intensif.

Selain dilakukan pengamatan pada berubahan bentuk fisik dan tingkah
laku, pemeriksaan berkala terhadap level hormone progesterone
dilakukan dan selalu didapatkan hasil diatas level 30 ng/ml. Untuk
mendapatkan diagnosa positif terhadap dugaan kehamilan lumba-lumba
ini, dilakukan pemeriksaan Ultrasonography. Pemeriksaan ini
menggunakan USG bermerk Aloka “Echo Camera SSO-500”. pada pemeriksaan
USG, terlihat adanya fetus di dalam rahim lumba-lumba betina. Dan dari
ketiga parameter kehamilan lumba-lumba seperti perubahan bentuk fisik,
bertahannya hormone progesterone di level yang tinggi, dan terlihat
adanya bentukan fetus di dalam rahim, maka tim kesehatan hewan pun
mendiagnosa bahwa telah terjadi kehamilan pada Lumba-lumba betina.

Perawatan yang dilakukan terhadap Lumba-lumba betina sudah dilakukan
semenjak diagnose masih berupa dugaan kehamilan. Pemilihan ikan-ikan
sebagai pakan yang berkualitas baik menjadi kunci utama dalam menjaga
kesehatan lumba-lumba. Selain itu pemberian supplemen dan multivitamin
supporting, wajib diberikan untuk mempertahankan kondisi fisik
lumba-lumba dalam mempertahankan fetus yang dikandungnya agar selalu
dalam kondisi prima.

Dari pengamatan yang terus dilakukan tampak bahwa lumba-lumba betina
mengalami penurunan nafsu makan dan perubahan tingkah laku. Kejadian
ini terjadi selama kurang-lebih 1 minggu dan puncaknya pada 11
Februari 2009 lumba-lumba betina sama sekali tidak mau makan. Dari
pengamatan yang terus dilakukan tampak tanda-tanda yang mengarah ke
proses kelahiran semakin nyata. Dimulai dari gerakan-gerakan aktif
berkeliling kolam menunjukkan terjadinya kontraksi, organ-organ
reproduksi juga tampak semakin berkembang, dan beberapa kali terjadi
pengeluaran cairan dari vagina.

Kurang dari 24 jam dari tanda-tanda yang terjadi diatas, lumba-lumba
betina mengalami kontraksi, terlihat dengan gerakan melompat ke
permukaan air dan kemudian terlihat ekor dari bayi lumba-lumba yang
keluar melalui vagina sang induk. Diawali dari ekor, fetus
perlahan-lahan keluar,, induk masih bergerak aktif berkeliling kolam,
kontraksi masih terjadi. Setelah 1,5 jam dari mulai keluarnya ekor,
terlihat gerakan berputar dari induk, kontraksi hebat terlihat, dan
dalam hitungan detik bayi lumba-lumba terlahir di dalam air.

Lumba-lumba baru saja terlahir, menambah jumlah lumba-lumba penghuni
lembaga konservasi ini. Dari respon dan reflek yang terlihat tampak
bahwa sang induk maupun sang bayi sehat tanpa ada gejala-gejala yang
menunjukkan adanya gangguan baik perolehan maupun bawaan. Pengamatan
terus dilakukan hingga saat ini, perawatan terhadap newborn baby
menjadi prioritas disamping menjaga kesehatan sang induk agar selalu
prima.

Semoga sedikit info ini dapat memberikan sedikit gambaran tentang
kehamilan dan kelahiran pada lumba-lumba. Sekian, semoga bermanfaat
dan Terima kasih.

Salam Lestari,

Drh. Yus Anggoro Saputra

Comments
  1. amandaRasul says:

    yus lumba-lumba punya siklus estrus gak sih?klo ada brapa lama yus?trus masa pregnancy lumbalumba brp lama ya yus? thx yus

  2. oka says:

    punya gambar anatominya juga gak? glandula mammaenya ada dimana siih. sama dugong sama gak lokasinya? btw, nice article !!

  3. rahma says:

    waahh..boleh nanya” lg g tentang lumba”nya??..
    aku rahma, kuliah d biologi unpad, skrg lg semester 6..
    rencananya pengen ngambil penelitian buat tugas akhir nanti tentang lumba” gtu…

  4. amandaRasul says:

    yus..ptanyaan gw jg blon dijawab =)…
    salam kenal rahma…dokter dolphinya kaeknya lg sibuk euy…

  5. rahma says:

    oiya…salam kenal jg yah…
    =)

  6. aldi says:

    iya niy,dokter yus lagi sibuk ya?

  7. vet02ugm says:

    zit,upload case lg dong..

  8. Zita says:

    gue mulu. .
    ada sih yang baru, keren, tapi mati
    hoho
    gpp ya?? at least we tried our best

  9. aldi says:

    abisnya nunggu yus jawab aja luama..bgt..

  10. fidhaaaa says:

    heee…salam kenal ya kk2 kelas KH,q aja yg coba jawab cz kemaren Kodin diGSA ketemu dokter Yus ma dkter Sumitro ya mereka terkenal dokternya mamma lia akuatik gitu deh….jadi masa kebuntingannya tu 1 tahun.trus klo siklus estrusnya q gak nanya tapi yg jelas c disana klo lumba2 jantan lagi “mau”,dielus2 aja alat kelaminnya bisa keluar gitu..truus untuk anatomi lumba2 ada kok search aj google image “anatomy of Dolphin” gitu deh..>

  11. Yus says:

    Maaf baru bs berkunjung ke halaman ini lg.. Walaupun telat saya coba jawab sebatas pengetahuan saya..
    Lumba2 hidung botol memilki siklus estrus. Dari bbrp literatur, dinyatakan lumba2 mrpkn hwn dgn seasonal poly estrus. Tapi pada kenyataannya kelahiran lumba2 di alam bebas teramati pada setiap bulan sepanjang tahun.
    Untuk lama kebuntingan selama 12 bulan.
    Untuk penelitian, boleh dilakukan setelah proposal dikirim ke dept. Sdm kami.

    Terimakasih byk, maaf sudah menunggu.😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s