Archive for March, 2009

Sudden Death

Posted: March 17, 2009 by vet02ugm in Article
Tags: , ,

Drh. Aldi Salman

Sudden Death adalah istilah yang menggambarkan kematian yang mendadak atau tiba-tiba. Istilah ini banyak digunakan di dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia perunggasan. Sudden death melukiskan kematian ayam pada populasi dalam jumlah banyak, tanpa gejala yang spesifik.

Kematian ayam pada umur 1-2 minggu dengan tingkat mortalitas mencapai 10% tanpa diikuti gejala yang spesifik, sering kali terjadi “hanya” karena kesalahan manajemen pada kandang postal. Perkembangan besar dan berat badan anak ayam broiler atau pedaging yang relatif cepat apabila tidak ditanggapi dengan adanya pelebaran kandang dapat berakibat fatal, seperti munculnya keadaan sudden death. Hal yang sama juga terjadi pada anak ayam layer atau petelur, yang apabila kepadatan kandang tidak diatur sedemikian rupa juga dapat berakibat buruk.

dsc00032

Selain tingkat kepadatan kandang, hal yang perlu dicermati di kandang adalah suhu di permukaan litter. Pada ayam umur 2 minggu, diperlukan suhu kandang yang berkisar antara 39-410C.

gambar 1

(more…)

Advertisements

Metode Radiograph Contrast Media (Kandung Kemih)

Posted: March 3, 2009 by vet02ugm in Article

drh. Amanda Rasul

Smile Pets, Jalan Aria Putra No 26 A, ciputat, Tangerang Selatan

Tlp: 021 44380007 /House Call: 0856 911 39 007

Contrast media merupakan metode radiograph untuk menguatkan diagnosa. Contrast media pada kandung kemih biasanya dilakukan dengan pneumocytograph (contrast negative), contrast positive dan double contrast.

Hewan dipusakan 18-24 jam sebelumnya serta diberikan enema sebelum dilakukan cystograph. Biasanya dilakukan pada hewan yang telah dianastesi. Pasang catheter melalui distal uretra. Sebelum dilakukan radiograph dengan contrast media dilakukan radiograph normal terlebih dahulu. Untuk mengurangi rasa sakit dan spasm pada kandung kemih saat cytograph, dapat memasukan 2-5 ml lidocaine 2% tanpa ephinefrine ke dalam kandung kemih.

Kandung kemih dikosongkan (urine dikeluarkan) sebelum dilakukan cytograph. Pneumocytograph dapat dengan menggunakan oksigen, carbon dioksida maupun nitric oksida dengan dosis 6-12 ml/kg yang dimasukan ke dalam kandung kemih melalui catheter dengan menggunakan syringe.

Contrast positive dilakukan setelah udara dari contrast negative dikeluarkan. Salah satu metode contrast media positive dengan menggunakan omnipaque 300 mg/ml (Iohexol). Contrast media positive (Iohexol) dilarutkan terlebih dahulu ( Contrast media : Sterile Saline = 1:2 ). Kemudian masukan media contrast melalui catheter (± 2.2 ml/kg). Positive contrast dapat pula menggunakan 80 mg/ml iodine. Barium tidak pernah dugunakan untuk cystograph.

Dilakukan pula dengan gabungan contrast positive dan pneumocytograph (double contrast). Setelah dilakukan contrast positive, tanpa mengeluarkan media contrast positive, udara dimasukan kembali kedalam kandung kemih melalui kateter. Volume gas tergantung pada individual dan penyakit. Palpasi kandung kemih untuk memperkirakan distensi kandung kemih telah cukup.

Doble contrast sering digunakan, namun bagaimanapun pemilihan positive contrast maupun doble contrast tergantung dengan sejarah pasien, gejala klinis, dan sebagainya. Doble contrast cystograph paling baik digunakan untuk mengevaluasi permukaan mukosa. Selain itu juga untuk mengidentifikasi adanya objek intraluminal bebas seperti urocytosis maupun jendalan darah.

Penggunaan doble contrast dan pneumocytograph pada kasus hematuria ataupun yang dicurigai pecahnya bladder harus secara hati-hati karena dapat menyebabkan terjadinya embolism (arasul).