Metode Radiograph Contrast Media (Kandung Kemih)

Posted: March 3, 2009 by vet02ugm in Article

drh. Amanda Rasul

Smile Pets, Jalan Aria Putra No 26 A, ciputat, Tangerang Selatan

Tlp: 021 44380007 /House Call: 0856 911 39 007

Contrast media merupakan metode radiograph untuk menguatkan diagnosa. Contrast media pada kandung kemih biasanya dilakukan dengan pneumocytograph (contrast negative), contrast positive dan double contrast.

Hewan dipusakan 18-24 jam sebelumnya serta diberikan enema sebelum dilakukan cystograph. Biasanya dilakukan pada hewan yang telah dianastesi. Pasang catheter melalui distal uretra. Sebelum dilakukan radiograph dengan contrast media dilakukan radiograph normal terlebih dahulu. Untuk mengurangi rasa sakit dan spasm pada kandung kemih saat cytograph, dapat memasukan 2-5 ml lidocaine 2% tanpa ephinefrine ke dalam kandung kemih.

Kandung kemih dikosongkan (urine dikeluarkan) sebelum dilakukan cytograph. Pneumocytograph dapat dengan menggunakan oksigen, carbon dioksida maupun nitric oksida dengan dosis 6-12 ml/kg yang dimasukan ke dalam kandung kemih melalui catheter dengan menggunakan syringe.

Contrast positive dilakukan setelah udara dari contrast negative dikeluarkan. Salah satu metode contrast media positive dengan menggunakan omnipaque 300 mg/ml (Iohexol). Contrast media positive (Iohexol) dilarutkan terlebih dahulu ( Contrast media : Sterile Saline = 1:2 ). Kemudian masukan media contrast melalui catheter (± 2.2 ml/kg). Positive contrast dapat pula menggunakan 80 mg/ml iodine. Barium tidak pernah dugunakan untuk cystograph.

Dilakukan pula dengan gabungan contrast positive dan pneumocytograph (double contrast). Setelah dilakukan contrast positive, tanpa mengeluarkan media contrast positive, udara dimasukan kembali kedalam kandung kemih melalui kateter. Volume gas tergantung pada individual dan penyakit. Palpasi kandung kemih untuk memperkirakan distensi kandung kemih telah cukup.

Doble contrast sering digunakan, namun bagaimanapun pemilihan positive contrast maupun doble contrast tergantung dengan sejarah pasien, gejala klinis, dan sebagainya. Doble contrast cystograph paling baik digunakan untuk mengevaluasi permukaan mukosa. Selain itu juga untuk mengidentifikasi adanya objek intraluminal bebas seperti urocytosis maupun jendalan darah.

Penggunaan doble contrast dan pneumocytograph pada kasus hematuria ataupun yang dicurigai pecahnya bladder harus secara hati-hati karena dapat menyebabkan terjadinya embolism (arasul).

Comments
  1. Squallus says:

    Bener banget nih, cystitis kok susah sembuh ya? kayakna emang penanganan penyakit ini harus bener2 intensif. dari namanya aja gampang tapi terapinya rumit. hasil pengobatan cystitis selama ini gimana nda?

  2. elieve says:

    Baca tulisan manda jd inget,,ak blm jd krm email isi gambar k admin deh..
    Ak pny gmbr2 bagus ttg cytograph niy..tp syg blm s4 krm..abisé ngenet cm pk hape,g mantaps rasanya..mo pk kompie,blm smpt2 deh..he3x!

    Kl dsni cytograph dlakukan ‘under anaesthesia’..soalnya bklan sakit pas dtiupin udara k VU-nya..ntr deh,nek pas d jogja,takkrmn gmbr2 cystograph dsni..
    C u,,😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s