Ketosis (Acetonemia) pada Sapi Perah

Posted: April 10, 2009 by vet02ugm in Our Case

Ketosis merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi di sapi perah. Ketosis terjadi akibat kekurangan glukosa di dalam darah dan tubuh. Peristiwa ini biasanya sering terjadi pada sapi yang bunting tua (masa kering) atau sapi-sapi habis melahirkan (Masa awal laktasi) dengan produksi susu yang tinggi.

Penyebab

Pada masa kebuntingan tua kebutuhan akan glukosa meningkat karena glukosa pada masa itu sangat dibutuhkan untuk perkembangan pedet dan persiapan kelahiran. Sedangkan pada masa awal laktasi glukosa dibutuhkan sekali untuk pembentukan Laktosa (gula susu) dan lemak, sehingga jika asupan karbohidrat dari pakan kurang maka secara fisiologis tubuh akan berusaha mencukupinya dengan cara glukoneogenesis yang biasanya dengan membongkar asamlemak dalam hati. Efek samping dari pembongkaran asam lemak di hati untuk di dapatkan hasil akhir glukosa akan meningkatkan juga hasil samping yang disebut benda2 keton (acetone, acetoacetate, β-hydroxybutyrate (BHB)) dalam darah.

Ketosis dapat bersifat primer, seperti pada sapi yang mempunyai produksi susu tinggi dengan pemberian karbohidrat dalam pakan yang kurang. Tetapi ketosis juga bisa bersifat skunder, yaitu akibat gangguan penyakit tertentu yang menyebabkan terjadinya gangguan metabolisme karbohidrat meskipun karbohidrat dalam pakan yang diberikan cukup. Kejadian ketosis yang bersifat skunder dapat terjadi akibat kasus Displasia Abomasum, Metritis, Peritonitis, Mastitis atau penyakit2 yang menyebabkan penurunan nafsu makan dalam waktu yang lama.

Gejala

Ada dua bentuk, yaitu adanya pembuangan benda2 keton dan gangguan syaraf. Pada awalnya biasanya hewan akan mengalami penurunan nafsu makan lebih dari 2 atau 5 hari, kemudian malas bergerak, kaki gemetar, jalan sempoyongan atau bahkan tidak kuat berdiri. Pengeluaran benda2 keton bisa dideteksi dengan adanya bau khas keton pada urine, susu atau dari nafas sapi yang menderita. Gejala gangguan syaraf kadang-kadang dapat terlihat, ditandai dengan sering menjilat, memakan benda2 asing disekitarnya dan kadang kala bisa mengalami kebutaan.

Diagnosis

Dengan melihat gejala klinis pada sapi2 yang menderita, pemeriksaan adanya pengeluaran benda2 keton pada susu, urine dan nafas serta pemeriksaan kadar keton pada urine, susu atau darah. Pemeriksan cepat benda2 keton untuk dilapangan biasanya menggunakan dipstick.

dscf3810

Terapi

Pada intinya terapi yang dilakukan adalah untuk mengembalikan kadar gula dalam darah ke level normal dan mengurangi kadar keton. Terapi yang dapat dilakukan adalah pemberian infus larutan Glukosa 50% sebanyak 500ml, Propylene Glycol 250-400 g/dosis, PO 2x sehari. Injeksi Glukokortikoid (Dexametason) 5-20 mg/dosis, IM. Ada juga yang menyarankan dengan terapi insulin 150-200 IU/hari, IM.

Comments
  1. milkfansclub says:

    budaxperah rajin ternyata…. dokter hewan jurusan hewan besar harus segera diajukan, pengampu : Prof. Budaxperah =] yuk kita ajukan ke kampus….

  2. dr.octopus says:

    emang mantabs dah tryono…eh sorry budaxperah..maju trus pak hingga mendapat jodoh yg sesuai..(lho kok)

  3. Zita says:

    cape deeeeeh. .

    tapi BAGUS!! tidak terpaku pada hewan kecil yang imut imut kesayangan saja
    keep on working!🙂

  4. You’ve done it once more! Amazing writing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s