Respiratory Disease pada Beluga whale (Delphinapterus Leucas)

Posted: December 22, 2010 by vet02ugm in Our Case
Tags: , , ,

Drh. Yus Anggoro Saputra

Gelanggang Samudra, PT. Taman Impian Jaya Ancol,

Jakarta, Indonesia

Signalmen

  • Nama Hewan    : Owen
  • Spesies                : Delphinapterus Leucas
  • Jenis Kelamin  : Betina
  • Panjang               : 342 cm
  • Berat Badan      : + 400 kg

Anamnesa

Beluga Owen berada di GSA sejak 17 Desember 2006, dalam 1 kolam terdiri dari 4 holding dimana satu holding berisi, 2 ekor beluga, dan tiga holding lainnya masing-masing berisi dua ekor lumba-lumba. Beluga Owen setiap hari melakukan show 3 kali, dan dalam satu hari makan + 20 kg ikan segar. Air kolam berasal dari perairan Jakarta yang telah dilakukan filtrasi, suhu air 24-26oC, kadar total chlorine 0,4-1,0 ppm

23/1/2010, Beluga Owen mngalami penurunan nafsu makan, makan tidak stabil, gerakan pasif, buoyancy cenderung berada di dasar kolam, tidak mau mendekat, dan tidak merespon ikan dan trik dari pelatih. Frekuensi pernafasan cenderung meningkat dari biasanya dan dari blowhole terlihat keluar busa.

Gejala Klinis/ Patologis

Dari pemeriksaan hematology terlihat bahwa Beluga mengalami Anemia microcytic normochromic, Leukocytosis (12.600/mm3) dan neutrophilia (9.954 mm3) dengan Left Shift (126/mm3), penurunan serum iron, kenaikan ringan bilirubin (0.41 mg%), ALT dan AST. Glucosa mengalami penurunan (58 mg%.) dan terjadi kenaikan ringan BUN (69 mg%) sedangkan parameter lainnya normal.

Dilakukan kultur bakteri dan jamur dari sampel yang diambil dari blowhole beluga. Kultur jamur yang ditanam di media Saboroud Dextrose Agar (SDA) tidak tumbuh. Sedangkan dari kultur bakteri tumbuh bakteri V. alginolyticus

Pengobatan

Untuk mengatasi dehidrasi dan kekurangan nutrisi, beluga di beri makan secara paksa (forcefeed) dengan ikan layang, ikan layang ini diberi tambahan cairan dengan cara disuntikan air mineral ke dalamnya. Forcefeed dilakukan satu kali perhari dengan berat ikan yang diberikan + 3 kg (1% dari BB). Perlakuan force feed dilakukan selama 2 hari. Pemberian Antibiotik berupa injeksi Enrofloxacin (Baytril) 15 cc s.i.d, selama 3 hari dan dilanjutkan dengan Cefadroxil (Cefat) 2500 mg b.i.d selama 14 hari. Untuk supporting kondisi tubuh diberikan injeksi Biosollamin 10 cc s.i.d. Untuk mengembalikan dari organ-organ pencernaan diberikan injeksi Metoclopramide HCL (primperan) 30mg/6cc i.m yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian oral Metoclopramide HCL (primperan) 50 mg b.i.d. anti histamine yang diberikan berupa Homochlorcyclizine HCl (homoclomin) 50 mg b.i.d

Respon dari pengobatan mulai terlihat pada hari ke tiga, dimana beluga sudah mulai makan walaupun masih belum stabil dan belum mau merespon perintah trik. Pengambilan darah dilakukan tiap satu minggu setelahnya dan terlihat bahwa penurunan jumlah Leukocyt kearah normal, Dehidrasi masih terjadi karena porsi makan yang berkurang dan tidak stabil. Nafsu makan mulai bertambah, dan sedikit-demi sedikit Beluga sudah mau menerima perintah trik.

Diskusi

Leukocytosis (12.600/mm3) dan neutrophilia (9.954 mm3) dengan Left Shift (126/mm3), merupakan respon imun terhadap infeksi bakteri. Neutrophilia dengan adanya neutrophil band biasanya mengindikasikan prognosis yang baik pada lumba-lumba dan killer whale. (Dierauf dan Gulland, 2001)

Vibrio algnolitycus, adalah bakteri gram negative marine bacterium yang sering ditemukan menyebabkan kematian dan sakit pada lumba-lumba (Buck et al, 1991; Medway dan Tangeredi, 1980). Vibrio algnolitycus beberapa kali ditemukan pada hasil isolasi dari Blowhole, anus, oral cavity, dan pericardium lumba-lumba yang terdampar (Buck et al, 1991). Dari hasil darah dan hasil swab blowhole yang diambil dapat diasosiasikan bahwa beluga mengalami infeksi Vibrio algnolitycus, walaupun belum dapat dibuktikan bahwa Vibrio algnolitycus dapat menyebabkan infeksi pada Beluga.

Referensi :

  • Buck J.D., Overstrom N. A., Patton G. W., Anderson H. F., Gorzelany J. F., 1991, Bacteria Associated with Stranded Cetaceans From the Northeast USA and Southwest Florida Gulf Coasts. Diseases of Aquatic Organisms Vol. 10
  • Dierauf L. A. dan Gulland F. M. D., 2001, CRC Handbook of Marine Mammal Medicine Second Edition. CRC Press LLC.
  • Tangredi B.P. dan Medway W., 1980, Post Mortem Isolation of Vibrio alginolyticus From an Atlantic white Sided Dolphin (Lagenorynchus acutus). Journal of Wildlife Diseases Vol. 16.

Comments
  1. kunta says:

    wah, info menarik, baru tau kalo ikan yg masih dalam air bisa dehidrasi juga : ). Oiya pak dokter, bisa dijelaskan bagaimana mekanisme dehidrasi pada ikan?apakah sama dengan hewan darat?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s