Amputasi Kaki Depan (Tulang Metacarpal) Pada Pedet

Posted: January 13, 2011 by vet02ugm in Our Case
Tags: , ,

drh. Tryono

Anamnesa

Pedet usia 5 hari dilaporkan tidak bisa berdiri dengan sempurna dan diduga mengalami patah tulang. Berdasar keterangan pemilik pedet tersebut mengalami susah lahir dan dibantu dengan di tarik menggunakan tambang, setelah pedet bisa keluar pada kedua kaki depannya terdapat luka bekas tambang. Sampai hari kelima setelah lahir, luka pada kaki depan sebelah kanan belum sembuh dan pedet tidak mampu berdiri.

Pemeriksaan fisik

Pedet terlihat agresif, tetapi tidak mampu berdiri, setelah dibantu diangkat bisa berdiri tetapi kaki depan kanan di angkat.  Pada kaki depan kanan terdapat luka yang cukup besar dan sudah mulai mengalami pembusukan, ketika dilakukan penekanan pada daerah sekitar luka, keluar nanah berbau busuk dan pedet mengalami kesakitan. Dari bagian dalam luka tersebut terlihat jelas adanya tulang metacarpal yang patah.

Diagnose:

Fractura os metacarpal

Penanganan

Kemungkinan penanganan yang bisa dilakukan adalah:

  • penyambungan kembali (mis: pinning)
  • amputasi
  • afkir (disembelih; euthanasia)

Berdasarkan pertimbangan luka yang sudah busuk  dan kondisi pedet yang masih kuat maka diputuskan untuk melakukan amputasi.

Tehnik operasi

# Persiapan alat dan bahan

Meliputi : satu set alat operasi minor, gegaji besi, karet gelang, silet pencukur rambut, kapas, tampon, benang, kasa steril, perban (bandage), lidocain, antibiotic injeksi dan spray, desinfektan, kalium permanganate (PK), aquadest steril.

# Cara amputasi :

1.       Pedet di rebahkan lateral

2.       Rambut  pada daerah kaki di bagian atas luka patahan dicukur bersih

3.       Dilakukan desinfeksi menggunakan alcohol dan  larutan iodine.

4.       Karet gelang (tourniquet) dipasang pada  bagian atas dari tempat yang akan dilakukan incise.

5.       Dilakukan anastesi local, linear melingkari kaki pedet yang akan dipotong.

6.       Potongan ujung distal tulang metacarpal yang patah di buang

7.       Dilakukan incise melingkar pada daerah yang di anastesi

8.  Dilakukan pemotongan tulang metacarpal kira-kira 10 cm diatas luka bekas patahan awal

9.       Penghentian pendarahan

10.   Muskulus dan Kulit dijahit

11.   Penutupan luka dengan perban

Perawatan post operasi di lakukan injeksi  antibiotic selama 5 hari berturut-turut dan dilakukan penggantian  perban setiap 3 hari sekali. Sekitar seminggu post operasi pedet sudah bisa berdiri dengan tiga kaki.

Notes :

Ini adalah pengalaman pertama kami mendapatkan kasus seperti ini. Saya bersama salah satu rekan dokter hewan (drh. Tulus) mencoba menerapkan metode yang kami anggap paling mudah dan paling tepat untuk dilakukan sesuai yang kita tau.

Amputasi  yang kita lakukan dipilih pada bagian corpus metacarpal karena dengan pertimbangan apabila dilakukan amputasi pada daerah peesendian akan lebih rumit karena banyaknya tendon yang menempel pada ujung tulang di daerah persendian.

Anastesi yang dilakukan menggunakan anastesi local linear block karena kurangnya pengalaman dan pengetahuan anastesi regional daerah kaki.

Kulit pada daerah incise didorong ke atas terlebih dahulu sebelum dilakukan pemotongan karena diharapkan setelah pemotongan tulang diperoleh bentukan kulit yang lebih panjang daripada tulang sehingga bisa digunakan untuk menutup luka di ujung distal kaki.

Setelah tulang dipotong  didapatkan kulit lebih panjang dari tulang. Kemudian pada ujung kulit tersebut dipotong dengan pola seperti huruf “V” pada dua sisi yang berlawanan baru kulit dijahit.

Comments
  1. kunta says:

    pak dokter, kalo boleh tau langkah apa saja yg sudah dilakukan sebelum akhirnya memutuskan untuk melakukan amputasi?

  2. budaxperah says:

    karena saat memeriksa kondisi luka yang sudah busuk, bernanah maka kami memutuskan untuk di amputasi. Penanganan oleh peternak sebelumnya di ikat dan dibungkus dg kulit kayu tertentu (*lupa namanya) kemudian oleh paravet di semprot dg antibiotic spray sebelum dilaporkan ke drh.

  3. anita says:

    kucing saya habis diamputasi kaki belakang sebelah kanannya, lalu kakinya yang sebelah kiri belakang kaku dan tidak bisa digerakkan, apakah dokter yang mengamputasi salah cara atau memang sudah lazimnya??kalau memang lazim, kapan kakinya tidak kaku lagi…??? tolong baleas cepat ya dok… saya panik…

    • buper says:

      lebih baik segera di konsultasikan lg ke drh yg bersangkutan..

    • Zit says:

      Dear Anita,

      Biasanya sesudah di amputasi, memang sedikit susah untuk berjalan seperti normal lagi, karena kompensasi dari situasi yang baru maka otot dari sebelah kaki yang menumpu menjadi sedikit kaku.
      Tindakan post-operasi seharusnya bisa dengan fisioterapi. Caranya sih mudah ya, tapi harus rajin atau telaten setiap harinya dengan terapi tersebut. Bisa dikonsultasikan kembali ke dokter hewan yang bersangkutan.

      Drh. Zita

  4. bernas says:

    mas kok ga ada photo keberhasilannya?
    penasaran..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s