PERTOLONGAN PERTAMA PADA SAPI MENCRET/DIARE (SECARA TRADISIONAL)

Posted: May 4, 2011 by vet02ugm in Article


Drh.Kunta Adnan Sahiman

www.dokterternak.com

Mencret atau diare pada sapi merupakan istilah yang menunjukan atau menggambarkan kondisi sapi yang mengeluarkan kotoran/ feses dengan dengan ferekuensi  yang sering dan berbentuk agak lembek bahkan cenderung  cair. Mencret/ Diare pada sapi adalah tanda bahwa telah terjadi perubahan fisologis normal pada tubuh sapi atau tanda bahwa sapi telah terinfeksi penyakit.

Secara umum penyebab diare bisa dikategorikan dalam 2 faktor yaitu:

  1. Faktor Fisiologis
  1. faktor Infeksi Penyakit

Dan mengenai pertolongan pertaama yang akan kami uraikan berikut ini lebih cenderung Kami sarankan untuk mengatasi sapi yang mengalami diare akibat faktor fisiologis namun dapat juga digunakan sebagai terapi yang mendukung proses kesembuhan diare yang disebabkan oleh penyakit.

Sebelum berlanjut dengan cara pertolongan pertama terhadap sapi mencret secara tradisonal, terlebih dahulu akan sedikit Kami informasikan mengenai cara mengenali sapi yang mengalami diare akibat faktor fisologis dan faktor infeksi penyakit.

Sapi yang menderita mencret/ diare akibat faktor fisologis biasanya menunjukan gejala mencret namun tidak disertai adanya darah, lendir, bau busuk, cacing dan ketidak normalan lainnya. Selain itu, sapi masih terlihat sehat dan masih menunjukan nafsu makan yang baik.Sedangkan Sapi yang menderita mencret/ diare akibat faktor Infeksi Penyakit  menunjukan gejala seperti :

  • Mencret/Diare secara terus-menerus (profus)
  • Feses lembek sampai cair, berwarna gelap/kehitaman, berbau busuk, kadang disertai lendir, bercak darah/segmen cacing yang keluar dari lubang anus
  • Tubuh terlihat kurus, pucat, lemah dan lesu
  • Dari mata dan hidung keluar eksudat / lendir
  • Bulu kasar, kaku dan rontok
  • Nafsu makan menurun
  • Merejan/merintih
  • Punggung melengkung
  • Jalan sempoyongan atau bahkan sampai ambruk

Penanganan

Inti dari penanganan sebuah penyakit adalah menghilangkan penyebab penyakit dan mengatasi efek yang ditimbulkan akibat penyakit. Adapun Faktor Fisiologis yang menyebabkan mencret/ diare dapat berupa perubahan lingkungan ternak, meliputi perubahan pakan, perpindahan ternak, perubahan cuaca, dan pergantian pemeliharaan. Untuk itu cara penanganannya adalah dengan tidak melakukan perubahan yang mendadak dalam hal pakan, perpindahan lokasi kandang dan sebagainya agar ternak tidak stres. Selain itu untuk mengganti cairan tubuh yang hilang maka diberikan cairan elektrolit terutama air, bikarbonat, sodium dan potassium atau larutan garam agar tidak terjadi dehidrasi yang lebih lanjut. Berikut disajikan resep cairan elektrolit yang dapat digunakan sebagai pertolongan pertama untuk mengatasi diare :

  • 3 kotak kecil kaldu sapi instan (bisa juga menggunakan 1 sachet kaldu sapi)
  • 1 sachet agar agar bubuk
  • 2 sendok garam
  • 2 sendok soda kue/baking soda/sodium bicarbonate/NaHCO3

Selain untuk mengembalikan keseimbangan cairan tubuh juga diperlukan pengobatan untuk mengurangi gejala yang terjadi agar tidak menjadi lebih parah yaitu dengan :

1. Arang tempurung kelapa

Cara membuat :

  • Tumbuk halus arang tempurung kelapa.
  •  Ayak, lalu tampung dalam wadah yang mudah disimpan.

Cara Pengobatan
Untuk mengobati sapi berikan sebanyak 50 gram melaui mulut

2. Minyak kelapa 500 ml
Cara Pengobatan :
Minumkan untuk pengobatan seekor sapi
3. Daun nangka maupun buah nangka yang masih muda dan baru tumbuh diberikan secara langsung maupun ditumbuk dan dicampur sedikit air lalu diminumkan ke ternak
4. Campur dan haluskan temu ireng, kunir, kencur, lempuyang dantempe busuk masing-masing 200-300 gram, dimasukkan ke dalam plastik dan didiamkan selama 1 malam lalu diperas. Hasil perasan diminumkan 3 kali sehari selama 2 hari.

5. Campur dan haluskan lempuyang 3 biji, gula pasir 250 gram lalu tambahkan 10 liter air masak dan diminumkan ke ternak dengan dosis 1 liter/ekor 3 kali sehar

Mencret/diare akibat faktor fisologis tersebut tentunya terjadi saat kondisi tubuh sedang menurun yang umumnya disebabkan oleh stress akibat perubahan lingkungan. untuk mencegah stress tersebut dapat dilakukan engan memberikan lingkunyan yang nyaman, makanan yang cukup serta bernilai gizi tinggi dan tambahan multivitamin yang selain berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh juga berfungsi sebagai vitamin untuk penggemukan ternak.

Semua cara penanganan yang kami berikan diatas adalah untuk sementara dan mengurangi keparahan penyakit, untuk pengobatan maksimal sekali lagi saya sarankan untuk menghubungi dokter hewan atau mantri hewan setempat.

Comments
  1. Doyok Prasetyo says:

    Makasih gan atas infonya…Smoga ini jadi amalan yang baik buat agan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s