Pyometra pada hewan kesayangan

Posted: November 24, 2011 by vet02ugm in Article
Tags: , , , ,

 

Pyometra adalah kondisi medis dimana pus (nanah) terakumulasi di badan uterus baik di anjing ataupun kucing. Kondisi ini terjadi setelah anjing ataupun kucing mengalami beberapa siklus estrus (menstruasi) dengan tidak diikuti kebuntingan. Abnormalitas hormon menyebabkan dinding uterus mengalami penebalan. Pada saat kondisi ini terjadi, cairan akan mulai mengisi dinding uterus yang mengalami penebalan, terjadi infeksi dan uterus akan terisi cairan berupa nanah karena pertahanan tubuh terhadap infeksi. Pada beberapa kondisi, cervix akan membuka dan akan menyebabkan nanah keluar melalui vagina dan menimbulkan bau yang tidak sedap, akan tetapi kondisi ini bukan merupakan kondisi yang terlalu mengancam jiwa hewan. Namun, jika kondisi cervix tertutup, maka pus (nanah) akan terjebak didalam uterus dan tidak dapat dikeluarkan dari dalam tubuh hewan. Pada kondisi ini, infeksi akan mengancam jiwa hewan jikatidak segera dilakukan operasi pengangkatan uterus (ovariohysterectomy).

Bagaimana bakteri bisa masuk kedalam uterus ?

Cervix merupakan pintu gerbang menuju ke uterus. Cervix akan tetap dalam kondisi tertutup rapat kecuali dalam keadaan estrus (heat). Pada saat cervix membuka, bakteri yang secara alami akan ditemukan di vagina secara mudah dapat masuk ke dalam uterus. Jika uterus dalam kondisi normal, bakteri-bakteri tersebut tidak akan bertahan hidup. Namun, disaat dinding uterus mengalami penebalan dan cystic, maka itu akan menjadi kondisi yang baik untuk perkembangan bakteri. Dikarenakan otot-otot dari uterus tidak bekerja secara sempurna maka bakteri tidak dapat dikeluarkan.

Kapan kasus pyometra dapat terjadi ?

Kondisi pyometra dapat terjadi pada setiap anjing dan kucing betina yang tidak/belum disterilisasi. Namun, usia 3 tahun keatas dan usia tua (lebih dari 7 tahun) merupakan usia yang beresiko tinggi. Pyometra biasanya terjadi pada saat 1-2 bulan setelah anjing atau kucing mengalami estrus (heat) yang terakhir.

Apa saja gejala klinis dari pyometra ?

Gejala klinis yang dapat dilihat tergantung dari terbuka atau tidaknya cervix. Jika dalam keadaan cervix terbuka, maka nanah (pus) akan mengalir keluar dari uterus melalui vagina ke arah luar tubuh. Nanah akan berwarna kekuningan, kecoklatan atau kemerahan. Biasanya leleran dapat terlihat di bulu dekat ekor, alas kandang (bedding) dan tempat-tempat dimana anjing biasanya duduk atau tidur. Seringkali, pemilik hewan tidak melihat leleran nanah dikarenakan leleran terlebih dahulu dibersihkan (dijilat) oleh hewan.

Demam, lemah, kehilangan nafsu makan dan depresi dapat juga terlihat sebagai gejala klinis. Jika cervix dalam keadaan tertutup rapat, leleran nanah tidak dapat mengalir keluar tubuh dan tidak dapat terlihat. Nanah akan terakumulasi di uterus dan menyebabkan uterus menjadi besar (bengkak). Beberapa kasus, pembengkakan di abdomen dapat terlihat.

Bakteri akan mengeluarkan racun (toksin) yang akan diserap sistem sirkulasi darah. Hewan yang mengalami kejadian pyometra biasanya akan menjadi sangat terlihat sakit. Hewan akan berhenti makan, cepat lelah dan depresi. Muntah dan diare tidak selalu terlihat. Racun (toksin) dari bakteri mempengaruhi kemampuan ginjal untuk mempertahankan cairan. Hal ini akan menyebabkan produksi urin meningkat dan akan meningkatkan jumlah air yang dibutuhkan tubuh (water intake). Hal tersebut dapat terjadi baik di pyometra dengan cervix terbuka ataupun tertutup.

Bagaimana diagnosis pyometra ?

Diagnosa terhadap pyometra terkadang susah, terlebih pada kasus dimana cervix dalam keadaan tertutup dimana tidak ada leleran nanah terlihat. Karena gejala-gejala klinis seperti yang dijelaskan diatas dapat terjadi dibanyak kasus lain.

Uji darah dan urin dapat dilakukan untuk membantu peneguhan diagnosa. Hewan yang mengalami pyometra biasanya akan menunjukkan peningkatan pada penghitungan sel darah putih (White Blood Cell Count) dan urin biasanya encer (dilute). Namun, abnormalitas seperti ini dapat terlihat juga dikebanyakan kasus dengan infeksi bakteri. Pemeriksaan radiografi (x-ray) atau USG dibagian perut (abdomen) dapat membantu untuk mengidentifikasi pembesaran uterus dan membedakan dengan kebuntingan. Sekaan (swab) dapat diambil dari vagina untuk membantu mengidentifikasi jenis bakteri yang menyebabkan infeksi.

Bagaimana penanganan terhadap pyometra ?

Pembedahan (Surgery): merupakan penanganan yang dianjurkan untuk mengangkat (remove) uterus dan ovarium. Penanganan ini dinamakan ovariohysterectomy (spay) dan penanganan ini adalah penanganan yang paling aman dan efektif  untuk menangani kasus pyometra. Namun, penanganan pada kasus pyometra ini sangatlah berbeda dibandingkan dengan pembedahan spay yang rutin dilakukan pada hewan yang sehat. Pada saat mengangkat uterus harus dilakukan secara hati-hati dikarenakan besar dan lemahnya uterus, serta jangan ada leleran nanah yang keluar selama pembedahan karena akan mencemari jaringan organ yang lain. Cairan intravena diperlukan sebelum dan setelah pembedahan. Antibiotik dapat diberikan selama 1 sampai 2 minggu.

Penanganan menggunakan obat dapat dilakukan dengan memberikan preparat prostaglandin untuk hewan yang diperlukan untuk pembiakan (breeding) dimana pembedahan tidak diinginkan. Prostaglandin adalah salah satu jenis hormon yang dapat mengurangi kadar hormon prgesteron, yang akan melemaskan dan membuka cervix serta mengerutkan (kontraksi) uterus sehingga mengeluarkan leleran nanah dan bakteri. Pemberian hormon dapat dilakukan untuk 3 sampai 5 hari. Namun, keberhasilan penanganan menggunakan preparat hormon lebih rendah dibandingkan dengan pembedahan. Selain itu,harga preparat hormon masih mahal dan dapat menyebabkan beberapa efek samping.

Efek samping tersebut antara lain mudah letih, napas terengah-engah, defekasi, salivasi dan sakit pada bagian perut. Efek ini terjadi dalam 15 menit setelah preparat hormon diberikan dan dapat bertahan beberapa jam.

Apa yang terjadi jika tidak diberikan penanganan ?

Peluang keberhasilan penanganan tanpa pembedahan ataupun preparat hormon sangatlah kecil. Jika penanganan (baik pembedahan atau preparat hormon) tidak dilakukan secepatnya, maka efek toksin dari bakteri akan berakibat fatal. Jika dalam keadaan cervix tertutup, dapat memungkinkan terjadinya pecahnya (rupture) uterus dan nanah akan mencemari ruang perut (abdomen), berakibat fatal.

Bagaimana mencegah terjadinya pyometra ?

Pyometra dapat dicegah dengan mensterilisasikan hewan (desexing/spay) pada saat mereka masih muda. Usia yang dianjurkan untuk melakukan sterilisasi hewan baik anjing ataupun kucing yang tidak dibiakan (breeding) pada umur 5-6 bulan.

Comments
  1. Amy Amanda says:

    Ini laa dia penyakit Zabava

  2. Prima Febriyanti says:

    Berarti yang sebaiknya di-steril dalam kasus ini adalah yang betina ya?

  3. Dienda says:

    Kalau kitten umur 2bulan terkena penyakit ini bagaimana cara penanganannya? Tapi kittenku cervix terbuka mengeluarkan nanah terus dan berbau juga .mohon dibantu ya,terimakasih.

  4. febby kusuma says:

    selamat siang
    saya mau konsultasi ini dokter
    tadi malam kucing saya betina bernama mercy umur 10bln
    dya kluar saat saya tidur dan tadi pagi sya temukan dya sudah ada di depan pintu tapi ada yang aneh dok
    saya lihat dya sering sekali menjilat kelaminnya
    padahal dulu tidak pernah
    trus sya lihat ada cairan seperti lendir yang banyak sekali keluar dari kelaminnya itu
    smp saat ini masih keluar banyak
    apa yang harus saya lakukan dok

  5. sophie says:

    Saya mau tanya….. Kucing betina saya, sudah 3 kali heat. Sayangnya kucing jantan yg serumah tidak tertarik untuk mengawini. Sudah saya usahakan bawa ke tetangga, tapi lagi2 kucing pejantan milik tetangga malah lari. Karena saya kasian sering ngeong2, akhirnya sering saya elus2 dibagian atas pangkal ekornya, dan sepertinya bisa meredakan “berisiknya”. Pertanyaan saya, apakah yg saya lakukan itu beresiko dia malah nanti tdk mau kawin dg pejantan ?? Kira2 knp pejantan tdk mau mengawini kucing saya?? Kucing betina milik saya ini mix anggora dan maine coon, jd memang bulunya lebat dibanding kucing2 y ada dirumah dan sekitar. Apakah kucing saya beresiko pyometra, jika terus2an dicuekin pejantan. Terima kasih

    • vet02ugm says:

      Sophie
      Mengawinkan kucing memang tidak selalu mudah. Waktu yg tepat sangat diperlukan. Usia pejantan dan betina juga berperan.
      Selain itu sifatnya juga berbeda2. Ada yg mau langsung dikawinkan ada pula yg perlu adaptasi bbrp hari, baru mau. Diperlukan kesabaran, dan ada beberapa yg bahkan harus dibantu utk dipegangi.
      Mungkin bisa dengan menitipkan kucing betinanya ke tempat yang memang biasa mengawinkan kucing atau dengan meminjam kucing jantan dewasa untuk dibawa kerumah

  6. ghs says:

    Berapa ya kira kira biaya pengobatannya?

  7. aromaticlove says:

    Kucing aku seperti itu, mengeluarkan kyk detergent cream dan yg satunya peutnya membuncit, tp tidak lesu dan hilang selera makan, kedua ekor kucing aku melakukan aktivitas seperti kucing sehat lainnya, jadi kenapa ya kucing2ku?

    • vet02ugm says:

      Aromaticlove
      Ya bisa jadi immune mereka lebih kuat. Mungkin benar pyometra, tapi tiap individu kan berbeda daya tahannya. Atau untuk pastinya bawa saja ke dokter hewan

  8. yanto says:

    siang, mau tanya jika anjing betina sudah berusia 4 tahun. apakh msh bisa disterilisasi?

  9. jeni says:

    Apakah penyakit FIP itu ada hubungannya dengan pyometra? Gejala awal kucing saya ciri2nya seperti pyometra tetapi kenyataannya kok malah didiagnosa terkena FIP.

  10. Si Kethek says:

    Kucing ay keluar cairan kuning dr alat vitalnya, sering jg dijilai beu hari ini su tau kejadian itu. Kalo kucing ay kawinkan apa tdk apa2 dok?

    • vet02ugm says:

      Si kethek
      Better don’t

      • Si Kethek Putih says:

        kucing sy kejadian seperti itu cuma sehari saja, besoknya sdh tidak keluar cairan dan tidak dijilat lg kelaminnya. apakah sdh dikatakan sembuh atau masih akan terus berlangsung? krn sy liat sdh tidak keluar cairannya

      • vet02ugm says:

        Si kethek putih
        Biasanya masih ada cairan nanahnya yg tidak keluar

  11. Febby Furniasari says:

    Kucing aku sakit itu … aku bingung harus gimana.
    Kalo nggak diobatin bisa sembuh nggak ?
    Ku harap bisa .

  12. Tikssss says:

    dok. anjing aku cihua-hua. tanggal 11 juni kemarem do kawinin sm pejantannya kita bayar gitu dok. nah sampe sekarang si anjing ini nafsu makannya besar tapi kmrn dia kaya ‘kaing-kaing’ gitu dok dikiranya mau melahirkan. tapi baru 1 bulan setengah ko mau melahirkan? kita ke dokter coba tanya, akhirnya di ronsen terus pas dilihat ga ada apa apa dok, bayi ga ada terus tulang bayi ga ada. tapi yang ada di ronsen hanya Pupnya saja yang besar. nah yang bingungnya dia badannya besar sepeti hamil dok. dan waktu itu saya pernah liat di vaginanya ada seperti kristal gitu warna putih gading sudah kering dan menempel pas di vaginanya, itu bisa nanah gak ya dok? apa ini udah gejala Pyometra?

  13. Martia says:

    Dok saya mau nanya kucing saya udah 3 minggu terakhir ini mengalami masa birahi lalu dari kelamin nya mengeluarkan cairan kuning dan berbau amis, dan kucing nya sering menjilati bagian kelamin nya. Apakah itu termasuk kena penyakit pyometra? Dan biaya untuk penyakit tersebut berapa ya dok.
    Terimakasih

    • vet02ugm says:

      Martia
      Bisa jadi Pyometra
      Biayanya tergantung klinik dan dokter masing2 serta tingkat keparahan penyakit
      Telf saja dokter hewan setempat

  14. eghy morena says:

    Mau nanya nih kucing sya bru kena hri ini dia sring menjilat vagina nya dan mengeluarkan sperti dging yg kluar tpi klu di jilat msuk lgi dan di daging itu ada nanah dan darah.. Klu iti pnykit apa ya

  15. citra says:

    Dok saya mau nanya saya punya kucing betina yg sehabis melahirkan anaknya itu jika sudah bbrpa bulan ia suka terkena penyakit yg sma. Penyakit nya itu dia suka mengeluarkan cairan kuning yg tdk henti hentinya berhenti dari duburnya dia menggigil dan badanya kurus serta dingin. Itu knpa yah? Penyakit ap juga ? Bagaimana mengobatinya?

  16. dina says:

    Dok kucing saya juga kena penyakit seperti itu, nanah (pus) pertama kali keluar wrnanya bening dok Dan encer tapi 2harinya jd bnyk terus kental dan wrnanya kuning dok . terus dok matanya jd berselaput gitu sebelah kiri ga jernih kek sebelah kanannya, cara ngobatin matanya gimana ya dok ? Toolong dibantu ya dok saya takut ntr dia jd buta😭

  17. ermila says:

    Dok mau nanya , kucing kami sedang hamil ( kehamilan pertama, usia kucing saat ini 12 bulan) sudah lebih sebulan, sudah ada gerakan anak kucing di dalam perutnya, tapi dari kemaluannya ada keluar lendir kental berwarna kuning , apakah itu termasuk pyometra juga atau apa? terima kasih atas jawabannya dok..

    • vet02ugm says:

      Ermila
      Sepertinya tidak mungkin bunting yg ada anaknya tapi juga ada pyometra
      Biasanya salah satu saja, antara pyometra atau bunting (apalagi klo usia kucing masih muda)

  18. Vintania agatha says:

    Anjing saya terkena penyakit ini. Tali cairan nya bisa keluar
    Tapi sdh berumur 6th
    Klo tdk diambil rahimnya, solusi lain gmn ?
    Trus apa klo dioperasi diambil rahimnya apa tdk beresiko karena sdh tua ?

  19. floalien says:

    Siang dok. Saya mau tanya. Kira2 berapa lama ya kucing mengeluarkan susu setelah melahirkan? Apakah jika terjadi pyometra susu jg bisa keluar??

  20. firlywahyudi says:

    Mau menanyakan sesuatu.
    Saya punyabkucing betina muda umur 6 bulanan sudah mulai heat.
    Karena ketiadaan biaya, saya saat ini menunda untuk mensteril kucing saya.
    Alternative yang saya temukan di situs2 untuk menghindari kehamilan pada kucing adalah dengan menambahkan ragi pada makanan si kucing. Apa memang benar demikian?
    Kemudian saya bsru tau info lagi bahwa ragi dapat menyebabkan piometra. Apa info tersebut juga benar?
    Mohon jawabannya dok, terimakasih

  21. velvel says:

    dok, kucing saya umur 5thn belum pernah bunting pdhl sering dikawinin entah knp tidak bunting2. awalnya buncit (disangka bunting) tp tiba2 tdk mau makan, mengeluarkan cairan sprt nanah dari kelamin, dan perutnya skrg kempes. apakah itu pyometra? dan biaya untuk preparat hormon brp kira2 dok? trimakasih.

  22. Dok,, mau nanya,, kalau kucing gejalanya “malas makan, demam, lesu, muntah-muntah, badan kaku, dan terkadang juga disertai diare dan sariawan di bagian mulut/kerongkongan” itu penyakit apa ? dan cara mengobatinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s