CAT SCRATCH DISEASE (CSD)

Posted: September 21, 2012 by vet02ugm in Article
Tags: , , , , , ,

Cat Scratch Disease (CSD) adalah salah satu penyakit dimana dapat menyerang manusia, bukan kucing (Cat) seperti namanya. Penyakit ini berkaitan dengan cakaran (scratch), gigitan (bite) dan jilatan dari kucing dimana proses tersebut dapat menyebabkan CSD. Penyebab penyakit ini adalah bakteri Bartonella henselae dan mikroorganisme ini dapat ditemukan diseluruh dunia. Pada umumnya terjadi pada anak-anak dan remaja (dibawah 17 tahun) daripada orang dewasa. Kebanyakan kasus disebabkan dari anak kucing (kitten) namun kucing dewasa (adult) dapat menjadi penyebab penyakit ini juga.

Kucing adalah penyebab utama CSD, selain itu luka gigitan dan cakaran dari anjing, duri ataupun tulang ikan juga dapat menjadi penyebab dalam beberapa kasus. Bakteri penyebab umum ada pada kucing namun sangat sulit untuk mendiagnosa CSD.

     Dalam situs catworld[dot]com[dot]au, gejala CSD dibagi dalam 2 kategori :

a) Typical CSD

Dalam 25 dan 60% kasus CSD, papula (benjolan) berukuran kecil akan terlihat beberapa hari setelah kejadian dicakar atau digigit. Benjolan tersebut dalam istilah medis dinamakan “inoculation lesion”, dimana terdapat luka tempat bakteri akan masuk ke dalam tubuh. Lymphadenopathy (kebengkakan pada kelenjar limfa, khususnya di ketiak, kepala dan leher) akan muncul sekitar 1-3 minggu setelah kejadian cakaran. Gejala seperti sakit kepala, sakit pada persendian, lemah, kurang nafsu makan dan gejala flu dapat bertahan beberapa minggu. Pada orang yang sehat, CSD akan sembuh sendiri tanpa adanya rawatan dan pengobatan.

 b) Atypical CSD

“Bacillary angiomatosis” adalah sindroma yang sering terlihat pada manusia yang mengalami gangguan immunitas (kekebalan). Lesi pada kulit akan bertambah parah, pasien CSD akan mengalami demam tinggi, keringat dingin, nafsu makan yang kurang, muntah, turunnya berat badan, lesi pada tulang dan terkadang kejang. Kematian dapat terjadi jika tidak dilakukan pengobatan. Pengobatan dengan menggunakan antibiotik yang tepat dapat menghilangkan infeksi CSD.

Pekerjaan sebagai dokter hewan menempati urutan teratas dalam hal positif terinfeksi CSD.

 Kucing dapat terinfeksi dengan cara gigitan oleh pinjal (fleas), yang akan menularkan Bartonella. Tidak ada kemungkinan penyakit ini menular dari orang ke orang lain secara langsung. Biasanya pada kucing tidak terlihat adanya gejala klinis.

Diagnosa CSD berdasarkan kepada keterangan yang diberikan oleh pasien yang berhubungan dengan kucing, ujian darah ataupun biopsi (pengambilan sampel) dari kelenjar limfa yang berkaitan dapat dilakukan.

Kebanyakan kasus penyakit CSD, kesembuhan tidak dapat diprediksi karena dapat sembuh dengan sendirinya tanpa adanya intervensi obat. Dibutuhkan beberapa bulan untuk penurunan kelenjar limfe yang bengkak. Kompres dengan kain hangat dapat digunakan untuk mengurangi sakit pada kelenjar limfa yang bengkak, disertai pemberian obat pengurang rasa sakit. Terkadang aspirasi nanah dari kelenjar limfa yang terinfeksi akan dilakukan untuk mengurangi tekanan dan rasa sakit. Pada beberapa kasus yang parah, diperlukan antibiotik.

Kemungkinan terinfeksi CSD dapat ditekan dengan beberapa cara seperti hindari cakaran dan gigitan dengan cara jangan memperlakukan kucing dengan kasar, namun jika sudah terkena gigitan dan/atau cakaran dari kucing segeralah cuci dan disinfeksi luka tersebut. Segera konsultasikan ke dokter jika mengalami gejala-gejala seperti dijelaskan sebelumnya (pembengkakan kelenjar limfa, gejala flu, dsb.). Jangan biarkan kucing menjilat mata atau luka terbuka.

Jika memelihara kucing, peliharalah dengan baik dan bijaksana. Kontrol penyebaran pinjal (fleas) pada kucing.

cat-world[dot]com[dot]au

Comments
  1. mandanya Tessa says:

    apakah benar anak kucing yang baru lahir,adalah inang yang baik untuk pijal/kutu?dan apakah benar anak kucing yang baru lahir memang membawa kutu dari dlm perut induknya?bagaimana cara penularan kutu/pijal?
    Pijal/ kutu apakah dapat menyerang manusia?
    bagaimana pencegahan dan pengobatannya?
    terima kasih atas jawabannya..

    • vet02ugm says:

      Hi tessa,

      Kutu/pinjal adalah ektoparasit/parasit yang hidup diluar tubuh host/inangnya. Jadi mereka hanya berkembang biak diluar tubuh. Namun beberapa ektoparasit dapat menularkan penyakit kepada inangnya dalam hal ini saya maksudkan adalah kucing dan anjing. Pinjal di kucing dapat menularkan parasit darah yaitu mycoplasma felis dan dapat menyebabkan penyakit Feline Infectious Anemia. Dan caplak pada anjing dapat menularkan parasit darah seperti babesia, ehrlichia, dll. Pada beberapa kasus kutu/pinjal atau ektoparasit lain dapat mengakibatkan penyakit kulit juga. Namun kasus tsb sangatlah sedikit dan dapat diminimalisasikan jika sebelum dan sesudah memegang hewan sebaiknya mencuci tangan ataupun menggunakan sarung tangan.
      Terima Kasih

      @vet02ugm

      • mandanya Tessa says:

        Terima kasih banyak atas penjelasannya ya…Saya sukaaaaaaaa sekaliiiii dgn kucing dan anjing…..namun ortu saya melarang Saya untuk main2 dgn mereka krn di takut kan akan membawa dampak kesehatan yg buruk untuk Saya n bayi saya..skrg ber umur 7 bln…namun Krn di tempat krj Saya ada anak kucing saya msh Senang untuk main2 dg mereka…JADI SELAMA SAYA DAPAT MENJAGA KEBERSIHAN SAYA SEHABIS MAIN DGN KUCING>>>>AMan aman saja yaaaaa…

  2. nilda says:

    saya ingin bertanya mengenai penyakit yang sering ditularkan oleh hewan yaitu penyakit tokso..sebenarnya bagaimana memeriksa kucing yang terkena tokso ya? karena sejujurnya saya juga takut kalo kucing saya terinfeksi tokso nanti menularkan kepada saya…saya selalu mencuci tangan setiap memegang kucing namu karena bulu kucing saya rontok otomatis buluya pun kadang bisa termakan oleh orng2 dirumah…saya ingin tanya bagaimana cara memeriksa kucing yang terkena tokso atau mungkin tanda-tanda kucing yang terkena tokso..terimakasih mohon infonya..

    • vet02ugm says:

      hi nilda,

      penyakit toxoplasmosis (tokso) tidak selalu disertai dengan adanya gejala klinis. pada kucing, parasit ini kebanyakan carrier (bawaan) dan parasit ini hanya dapat berkembang di kucing dan akan diekskresikan (dikeluarkan) melalui feses. dengan berkembangnya teknologi, maka telah dikembangkan tes cepat (rapid test) untuk toxoplasma yang sudah tersedia di beberepa klinik hewan.
      terima kasih

      salam
      admin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s