Bahaya Coklat pada Hewan Kesayangan

Posted: December 7, 2011 by vet02ugm in Article
Tags: , , ,

drh. Amanda Rasul

SMILE PETS, Jl. Aria Putra No 23 A

CIPUTAT Tangerang Selatan 021 44380007

Kebanyakan anjing menyukai rasa manis, termasuk rasa manis dari coklat. Sedangkan kucing kurang menyukai rasa manis makanan. Coklat mengandung menthylxanthine yang disebut theobromine. Theobromine ini sangat toxic ketika dikonsumsi anjing dalam jumlah tertentu. 3 komponen methylxanthine sering ditemukan pada makanan manusia, yaitu kafein, theophyline, dan theobromine.
Read the rest of this entry »

Pyometra pada hewan kesayangan

Posted: November 24, 2011 by vet02ugm in Article
Tags: , , , ,

 

Pyometra adalah kondisi medis dimana pus (nanah) terakumulasi di badan uterus baik di anjing ataupun kucing. Kondisi ini terjadi setelah anjing ataupun kucing mengalami beberapa siklus estrus (menstruasi) dengan tidak diikuti kebuntingan. Abnormalitas hormon menyebabkan dinding uterus mengalami penebalan. Pada saat kondisi ini terjadi, cairan akan mulai mengisi dinding uterus yang mengalami penebalan, terjadi infeksi dan uterus akan terisi cairan berupa nanah karena pertahanan tubuh terhadap infeksi. Pada beberapa kondisi, cervix akan membuka dan akan menyebabkan nanah keluar melalui vagina dan menimbulkan bau yang tidak sedap, akan tetapi kondisi ini bukan merupakan kondisi yang terlalu mengancam jiwa hewan. Namun, jika kondisi cervix tertutup, maka pus (nanah) akan terjebak didalam uterus dan tidak dapat dikeluarkan dari dalam tubuh hewan. Pada kondisi ini, infeksi akan mengancam jiwa hewan jikatidak segera dilakukan operasi pengangkatan uterus (ovariohysterectomy).

Read the rest of this entry »

We may be small but we grow, and we are independent
Read the rest of this entry »

Benign Growth Tissue

Posted: November 15, 2011 by vet02ugm in Uncategorized

drh Zita Okarina

@ZitaPetClinic, Jl. Raya Muchtar no 8, Sawangan – Depok

(021) 68988880

Anjing lokal, 7 tahun, betina yang diduga menderita benigna growth tissue. Anjing datang dengan kondisi daerah elbow joint bengkak dengan benjolan dan nampak bergerombol. Hal tersebut ditemukan pula pada bagian mammae. Anjing tetap aktif dengan nafsu makan baik. Pemeriksaan darah didapat leukocytosis (WBC: 18.7 x 10^9/L ), sedang kadar calcium normal (2.44 mmol/L. Radiologi (X-ray) tidak menunjukan ada benda asing (pus/tulang) dalam jaringan. Disarankan kepada pemilik untuk dilakukan FNA (Fine Needle Aspiration) dan cytology. Pengobatan dengan pemberian amoxicillin long acting dan dexamethasone, dan tidak melakukan prosedur agresif-surgery dengan pertimbangan usia anjing (7 tahun) yang masih kondisi sehat dan aktif serta kemampuan pemilik.

p04-01-09_1023
Read the rest of this entry »


Drh.Kunta Adnan Sahiman

www.dokterternak.com

Mencret atau diare pada sapi merupakan istilah yang menunjukan atau menggambarkan kondisi sapi yang mengeluarkan kotoran/ feses dengan dengan ferekuensi  yang sering dan berbentuk agak lembek bahkan cenderung  cair. Mencret/ Diare pada sapi adalah tanda bahwa telah terjadi perubahan fisologis normal pada tubuh sapi atau tanda bahwa sapi telah terinfeksi penyakit.
Read the rest of this entry »

drh Zita Okarina

@ZitaPetClinic, Jl. Raya Muchtar no 8, Sawangan – Depok

(021) 68988880

  1. You look at a cardboard box and recognize its coffin potential!
  2. You go out to a club, when the black light comes on you find you are checking yourself for ringworm!
  3. You can eat lunch while cleaning up a Parvo blowout!
  4. You keep your milkshake frozen in the freezer next to the dead bodies!
  5. You take your kids’ temperature and think 38° is normal! ( what do you mean it’s not?)
  6. After seeing what goes into the washing machine at work your own laundry doesn’t seem so dirty!
  7. Your work clothes look like your pyjamas!
  8. You open your lunch container and find a spleen!
  9. You have no problem eating your lunch on the wet sink where they have just finished a necropsy!
  10. All of your pets are either three-legged, lame or blind in one eye!
  11. You’ve done an anal probe on a bird!
  12. You can detect maggots at 100 paces, just by the smell!
  13. To you pets are more recognizable than their owners!
  14. When eating you find a hair in your food – you pull it out and keep on eating!
  15. The first thing you wonder when opening up a big cat abscess is “Where are the Ritz crackers?”!
  16. You cough up hairballs!
  17. You are the first one in the hospital in the morning and you don’t notice the smell!
  18. You can play connect the dots with all of your scars and puncture wounds!
  19. When NORMAL people won’t eat meals with you!
  20. You get the flu and begin to sympathize with the Parvo dog!
  21. Your salary barely covers your food bill, but ALL your animals eat a premium brand food!
  22. Your medicine cabinet holds nothing but animal medications!
  23. If you have EVER picked up poop with your bare hands!!
  24. You can put a muzzle on with one hand tied behind your back!

drh Amanda Rasul

Smile Pets, Jl. Aria Putra No. 23A, Ciputat, Tangerang Selatan

Tlp: 021 44380007 /House Call: 0856 911 39 007

Dokter hewan bukanlah dukun apalagi tuhan. Jadi penjelasan dari pemilik hewan sangat lah diperlukan. Karena hanya pemilik yang bertanggung jawab lah yang mengetahui kondisi sebenarnya hewan tersebut. Begitupula pada penyakit kulit. Ketika kamu membawa hewan kamu ke dokter hewan karena masalah kulit, kamu bisa membantu dokter hewan untuk mendiagnosa masalah dengan memberikan informasi yang akurat tentang hewan kamu seperti:

  • Masalah utama. Apa yang mengganggu hewan kamu?
  • Lama dari masalah kulit yang sudah didapat.
  • Umur hewan saat pertama kali kendapat masalah tersebut. Beberapa penyakit kulit lebih umum terjadi pada umur-umur tertentu.
  • Breed hewan tersebut (termasuk indukanya,jika mix). Beberapa breeds memiliki kecenderungan terhadap penyakit tertentu. (termasuk hubungan dengan hewan lainya yang berada dalam satu kawasan maupun satu keturunan)
  • Kebiasaan hewan seperti menjilat, menggesek, menggaruk ataupun menggigit bagian kulit tertentu.
  • Bagaimana penyakit kulit tersebut mulai dan kelanjutanya. Sebagai contoh, masalah awalnya ialah gatal pada bagian tertentu dan memburuk menjadi self-trauma yang berkembang menjadi adanya luka infeksi sekunder atau infeksi.
  • Jenis masalah kulit yang kamu lihat dan kapan.
  • Waktu-waktu seperti apa hewan kamu mulai ada masalah kulit. Beberapa penyakit kulit berhubungan dengan musim ataupun cuaca, seperti musim hujan atau kemarau.
  • Bagian pada tubuh yang pertama kali terlihat adanya masalh kulit.
  • Jika sudah pernah diobati, bagaimana respon sete;ah pengobatan, serta obat apa saja yang sudah digunakan. Sebagai contoh, jika hewan peliharaaan kamu tidak ada respon setelah pemberian antibiotic, maka ini sangat lah menolong dokter hewan anda.
  • Seberapa sering kamu memandikan hewan kamu, dan kapan terakhir kali kamu memandikannya. Jika baru saja dmandikan, maka itu akan mempengaruhi bentukan dari masalah kulit tersebut. Terlalu sering mandi dan dibasahkan, juga dapat memperburuk beberapa masalah kulit.
  • Keberadaan kutu (fleas), caplak (ticks), atau tungau (mites) dan apa yang biasa kamu gunakan untuk mengontrol masalh tersebut.
  • Kondisi kesehatn hewan lain yang pernah berdekatan dengan hewan kamu.
  • Kondisi lingkungan hewan kamu. Termasuk adanya perubahan lingkungan baru. Perubahan lingkungan pada hewan kamu, dapat mempengaruhi perkembangan dari penyakit kulit.

Demam Berdarah pada Anjing

Posted: January 28, 2011 by vet02ugm in Article
Tags: , , , ,

drh Amanda Rasul

Smile Pets, Jl. Aria Putra No. 23A, Ciputat, Tangerang Selatan

Tlp: 021 44380007 /House Call: 0856 911 39 007

Jangan pernah remehkan caplak (tick) pada anjing anda. Tahukah anda kalau anjing pun bisa terkena demam berdarah seperti halnya manusia. Tapi berbeda dengan manusia, perantara terjadinya demam berdarah pada anjing ialah caplak. Selain itu demam berdarah ini juga bukan disebabkan oleh virus melainkan rickettsia yang menyebabkan gejala yang menyerupai gejala demam berdarah pada manusia. Demam berdarah pada anjing lebih dikenal dengan istilah tick fever, erlichiosos ataupun tropical canine pancytopenia. Caplak yang mengisap darah anjing akan memasukan telur erlichia ke dalam darah dan berkembang. Penulis lebih suka menjelaskan tick fever sebagai demam berdarah pada anjing, dikarenakan kemiripan gejala klinis dengan demam berdarah pada manusia.

Seperti halnya pada manusia yang terkena demam berdarah, anjing yang terkena tick fever akan terasa demam serta adanya bintik-bintik merah pada daerah kulit yang tipis, seperti bagian dalam telinga ataupun bagian bawah perut. Bintik-bintik merah tersebut diakibatkan rendahnya kadar trombosit dalam darah (thrombocytopenia). Nafsu makan anjing akan menurun dan terlihat pucat. Kondisi yang lebih parah akan terlihat adanya leleran hidung, muntah, adanya limfadenopati dan splenomegali (pembengkakan limfa). Jika kondisi trombosit serta sel darah merah anjing sudah sangat rendah, maka transfusi darah sangat diperlukan. Kondisi yang parah dapat menyebabkan kematian.

Kasus tick fever ini sendiri sering sekali penulis temui dan tak jarang harus dilakukan transfusi darah. Dengan menggunakan immunocomb antibody test kit, dapat dketahui apakah anjing tersebut terkena atau tidaknya tick fever. Selain itu, dengan pengecatan giemsa, dapat ditemukan kumpulan dari erlichia canis di sitoplasma dari monosit maupun netrofil, meskipun cukup sulit untuk menemukanya.

Pencegahan merupakan aspek yang paling utama. Mencegah adanya caplak bukan hanya dengan membersihkan anjing anda, tetapi lingkungan pun harus sangat diperhatikan. Walaupun anjing anda sudah bersih dari caplak, namun bila lingkungan sekitar seperti kandang, dinding rumah, karpet dan sebagainya masih terdapat caplak maupun telurnya, maka anjing anda akan dengan mudah didatangi kembali oleh caplak.

Biasakanlah memandikan anjing anda seminggu sekali dan jika perlu dengan menggunakan shampo yang mengandung obat untuk membunuh caplak. Penggunaan obat spray, tick collar (kalung leher yang mengandung obat untuk menghilangkankan kutu dan caplak), maupun obat tetes juga sangat baik digunakan.


drh. Tryono

Anamnesa

Pedet usia 5 hari dilaporkan tidak bisa berdiri dengan sempurna dan diduga mengalami patah tulang. Berdasar keterangan pemilik pedet tersebut mengalami susah lahir dan dibantu dengan di tarik menggunakan tambang, setelah pedet bisa keluar pada kedua kaki depannya terdapat luka bekas tambang. Sampai hari kelima setelah lahir, luka pada kaki depan sebelah kanan belum sembuh dan pedet tidak mampu berdiri.

Pemeriksaan fisik

Pedet terlihat agresif, tetapi tidak mampu berdiri, setelah dibantu diangkat bisa berdiri tetapi kaki depan kanan di angkat.  Pada kaki depan kanan terdapat luka yang cukup besar dan sudah mulai mengalami pembusukan, ketika dilakukan penekanan pada daerah sekitar luka, keluar nanah berbau busuk dan pedet mengalami kesakitan. Dari bagian dalam luka tersebut terlihat jelas adanya tulang metacarpal yang patah.

Diagnose:

Fractura os metacarpal

Penanganan

Kemungkinan penanganan yang bisa dilakukan adalah:

  • penyambungan kembali (mis: pinning)
  • amputasi
  • afkir (disembelih; euthanasia)

Berdasarkan pertimbangan luka yang sudah busuk  dan kondisi pedet yang masih kuat maka diputuskan untuk melakukan amputasi.

Tehnik operasi

# Persiapan alat dan bahan

Meliputi : satu set alat operasi minor, gegaji besi, karet gelang, silet pencukur rambut, kapas, tampon, benang, kasa steril, perban (bandage), lidocain, antibiotic injeksi dan spray, desinfektan, kalium permanganate (PK), aquadest steril.

# Cara amputasi :

1.       Pedet di rebahkan lateral

2.       Rambut  pada daerah kaki di bagian atas luka patahan dicukur bersih

3.       Dilakukan desinfeksi menggunakan alcohol dan  larutan iodine.

4.       Karet gelang (tourniquet) dipasang pada  bagian atas dari tempat yang akan dilakukan incise.

5.       Dilakukan anastesi local, linear melingkari kaki pedet yang akan dipotong.

6.       Potongan ujung distal tulang metacarpal yang patah di buang

7.       Dilakukan incise melingkar pada daerah yang di anastesi

8.  Dilakukan pemotongan tulang metacarpal kira-kira 10 cm diatas luka bekas patahan awal

9.       Penghentian pendarahan

10.   Muskulus dan Kulit dijahit

11.   Penutupan luka dengan perban

Perawatan post operasi di lakukan injeksi  antibiotic selama 5 hari berturut-turut dan dilakukan penggantian  perban setiap 3 hari sekali. Sekitar seminggu post operasi pedet sudah bisa berdiri dengan tiga kaki.

Notes :

Ini adalah pengalaman pertama kami mendapatkan kasus seperti ini. Saya bersama salah satu rekan dokter hewan (drh. Tulus) mencoba menerapkan metode yang kami anggap paling mudah dan paling tepat untuk dilakukan sesuai yang kita tau.

Amputasi  yang kita lakukan dipilih pada bagian corpus metacarpal karena dengan pertimbangan apabila dilakukan amputasi pada daerah peesendian akan lebih rumit karena banyaknya tendon yang menempel pada ujung tulang di daerah persendian.

Anastesi yang dilakukan menggunakan anastesi local linear block karena kurangnya pengalaman dan pengetahuan anastesi regional daerah kaki.

Kulit pada daerah incise didorong ke atas terlebih dahulu sebelum dilakukan pemotongan karena diharapkan setelah pemotongan tulang diperoleh bentukan kulit yang lebih panjang daripada tulang sehingga bisa digunakan untuk menutup luka di ujung distal kaki.

Setelah tulang dipotong  didapatkan kulit lebih panjang dari tulang. Kemudian pada ujung kulit tersebut dipotong dengan pola seperti huruf “V” pada dua sisi yang berlawanan baru kulit dijahit.

Drh.Kunta Adnan Sahiman

Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Ambon, Jln.A.Y.Patty No.1

telp.(0911)3366677/085292149007

Sagu berpotensi menjadi  sumber energi dalam ransum ayam, menggantikan sebagian jagung atau biji-bijian. Hal ini bisa dilakukan dengan melakukan proses fermentasi terlebih dahulu ataupun dengan pemberian secara langsung.

Untuk dapat meningkatkan produksi ayam buras, pemberian pakan merupakan hal yang sangat penting dan harus diperhatikan baik segi kualitas maupun kuantitasnya sehingga dapat memberikan hasil yang optimal. Selama ini pada umumnya para peternak  menggunakan Jagung sebagai salah satu bahan makanan utama yang digunakan sebagai penyusun ransum unggas yang kaya karbohidrat. Tetapi penggunaan jagung sebagai pakan unggas, selain harganya cukup mahal penggunaannya bersaing dengan kebutuhan manusia. Apalagi untuk daerah kawasan timur indonesia seperti kepulauan maluku, harga jagung sangatlah mahal karena jagung harus didatangkan dari luar daerah. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dicari alternatif pengganti jagung dalam ransum ternak unggas.

Kawasan timur indonesia (baca:Maluku) sejak dahulu dikenal sebagai daerah yang penduduknya mengkonsumsi sagu sebagai makan pokok masyarakatnya. Akan tetapi, seiring dengan perkembangan zaman pola hidup inipun berubah, masyarakat lebih senang memakan beras (baca:nasi) sebagai makanan pokok. hal ini menyebabkan sagu menjadi bahan makanan yang termarginalkan dan tidak diperhatikan perkembangannya padahal jumlahnya sangat banyak dan tersebar di seluruh daerah di provinsi Maluku.

Menyikapi kedua fakta diatas maka para peneliti telah melakukan banyak penelitian untuk mengetahui kandungan nutrisi yang terdapat pada sagu sehingga dikehui layak/tidaknya sagu sebagai pakan ternak.  Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tanaman sagu merupakan penghasil karbohidrat yang cukup potensial.

Ampas sagu tersedia sebagai sumber energi bagi ternak, akan tetapi yang menjadi faktor pembatas adalah kandungan protein kasarnya rendah dan serat kasar tinggi. Agar  menjadi bahan pakan ternak yang kaya akan protein dan vitamin, berdasar riset ini maka ampas sagu dapat diolah dengan teknologi fermentasi. Dengan proses fermentasi, kadar protein ampas sagu dapat meningkat sampai 14 %. Prosedur fermentasi ampas sagu sama dengan prosedur fermentasi pembuatan tape. Riset yang dilakukan di Wainetat, Maluku Tengah ini menggunakan 120 ekor ayam (40 jantan dan 80 betina) umur 3-4 bulan, dengan berat awal 750-950 gram, yang dikelompokkan secara acak. Bahan makanan yang digunakan adalah jagung kuning, dedak, menir, ampas sagu dan tepung ikan. Kelompok (RA) diberi ampas sagu non fermentasi 10%, kelompok (RB) diberi ampas sagu fermentasi 25% dan kelompok (RC) tanpa pemberian ampas sagu.

Hasil riset memperlihatkan, ketiga perlakuan tidak berbeda nyata dalam hal konsumsi dan konversi, hal ini disebabkan oleh bahan makanan yang digunakan dalam penelitian ini relatif sama, kecuali penambahan ampas sagu pada perlakuan RA dan RB.Namun perlakuan RA dan RB berbeda nyata terhadap perlakuan RC. Pertambahan berat badan pada perlakuan RA dan RB tidak berbeda nyata, diduga karena kedua ransum tersebut palatabilitasnya cenderung sama. Sedangkan untuk perlakuan RC dengan ransum tanpa ampas sagu, pertambahan berat badan cenderung lebih rendah.

Pemakaian tepung sagu dalam ransum ayam buras umur 12 minggu juga menghasilkan pertambahan berat badan yang cukup tinggi dibandingkan dengan pemberian ransum tanpa tepung sagu, hal ini sebagaimana yang disebutkan oleh Natamijaya (1988). Secara umum, riset ini membuktikan bahwa penambahan ampas sagu non fermentasi dan fermentasi sampai kadar 10% dan 25% dari total ransum, memberi respon yang cukup baik terhadap pertumbuhan ayam buras periode grower.

Bukan Cuma kandungan karbohidrat saja yang tinggi, sagupun berpotensi sebagai sumber protein yang tinggi setelah melaui proses pengolahan. Caranya yaitu dengan menjadikan sagu sebagai media pertumbuhan bagi ulat sagu.

Ulat sagu (Rhynchophorus ferruginenus)merupakan larva dari kumbang merah kelapayang sangat berpotensi dijadikan bahan subsitusi pakan ternak atau juga lauk bergizi yang bebas kolesterol. Kandungan protein ulat sagu sekitar 9,34%, sedangkan pakan berbahan utama ulat sagu sekitar 27,77%. Selain kandungan protein yang cukup tinggi, ulat sagu juga mengandung beberapa asam amino esensial, seperti asam aspartat (1,84%), asam glutamat (2,72%), tirosin (1,87%), lisin (1,97%), dan methionin (1,07%).

Nah, tertarik mempraktekan?