Posts Tagged ‘anjing’

Seperti diketahui bahwa banyak dari kita ingin sekali ataupun sudah memelihara hewan kesayangan. Ada beberapa tips dari penulis yang mungkin dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk memilih hewan apa yang cocok untuk anda pelihara.
Sebelum anda memutuskan untuk memelihara hewan ksayangan ada baiknya anda mempertimbangkan beberapa hal seperti segi ekonomi, waktu, sosial dan budaya.
Hal pertama yang patut anda pertimbangkan dalam memelihara hewan kesayangan adalah komitmen. Komitmen dalam hal ini adalah anda selaku pemilik/orang yang memelihara hewan harus berkomitmen terhadap waktu dan kasih sayang anda. Hewan juga merupakan makhluk hidup yang diciptakan oleh Tuhan YME untuk diberikan kasih sayang. Jika anda belum berkeluarga dan masih menggantungkan hidup anda kepada orang tua anda sebaiknya anda berkonsultasikan kepada keluarga anda. Dan harus diingat bahwa setelah anda memutuskan untuk memelihara hewan pada saat itu juga anda diberikan kewajiban oleh Tuhan YME untuk menjaga salah satu makhluk ciptaan-Nya terlepas dari alasan untuk memeliharanya.

1.Anjing
Hewan yang satu ini merupakan hewan yang paling banyak populasinya di tahun 2013 menurut survey populasi hewan kesayangan oleh asosiasi pembuat makanan hewan di Inggris (PFMA). Anjing banyak dipelihara karena banyak yang menilai bahwa anjing merupakan makhluk yang sangat cerdas dan beberapa kejadian mengungkapkan bahwa anjing pernah menyelamatkan nyawa manusia dan bahkan hewan lain, selain itu anjing juga dijadikan oleh pihak kepolisian untuk membantu menggagalkan penyelendupan-penyelundupan obat-obatan terlarang. Mungkin dari itu ada istilah yang menyebutkan bahwa “dog is men best friend“. Terlepas dari beberapa alasan diatas, anjing juga dapat diklasifikasikan dari ukuran dan berat badan seperti ras anjing mini (tiny breed), ras anjing kecil (small breed), ras anjing sedang (medium breed), ras anjing besar (large breed) dan ras anjing raksasa (giant breed), akan tetapi sangat populer mengklasifikan ras anjing menjadi 3 yaitu small breed (termasuk tiny breed), medium breed dan large breed (termasuk giant breed).
Dari klasifikasi itu kita dapat menentukan jenis anjing apa yang sesuai dengan alasan mengapa anda ingin memelihara anjing baik untuk menjaga rumah, sebagai companion, atau lainnya.
Indonesia sendiri mempunyai ras anjing sendiri yaitu anjing kintamani. Daerah asal anjing ini adalah Bali.
Dan klasifikasi lain yang harus diperhatikan juga ialah bulu anjing. Ada beberapa anjing yang tidak berbulu seperti chinese crested dan ada yang berbulu lebat seperti samoyed, komondor, dll. Alasan ini juga perlu diperhatikan karena untuk perawatannya sangat jauh berbeda.

2. Kucing
Pada survey PFMA menyebutkan bahwa populasi hewan ini menduduki peringkat kedua setelah anjing untuk menjadi hewan peliharaan dengan populasi terbanyak. Hewan ini banyak dipelihara secara liar, dikarenakan alasan yang klasik untuk menangkap atau menjauhkan tikus dari area perumahan atau pemukiman yang dirasakan sangat mengganggu. Kucing merupakan hewan peliharaan yang dapat dikatakan “low-maintenance” dalam hal pemeliharaannya. Namun sama seperti anjing, kucing pun ada perbedaan di bulu, untuk jenis kucing dengan bulu yang panjang, anda harus senantiasa menyisir bulu kucing tersebut agar tidak menyebabkan adanya gumpalan-gumpalan bulu yang kusut. Selain itu ada jenis kucing yang tidak berbulu seperti sphynx.

3. Kelinci, Hamster dan Mammalia kecil lain
Hewan yang satu ini merupakan hewan pengerat yang sangat suka menggigit suatu barang dan menggali lubang di tanah. Hewan-hewan tersebut mempunyai kebiasaan memakan kotorannya sendiri ato yang biasa disebut Coprophagia, dimana banyak yang menilai bahwa kebiasaan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan metabolismenya. Sama seperti anjing dan kucing, beberapa jenis hewan ini ada yang berbulu panjang dan harus dijaga dengan baik. Pemeliharaan dan perawatan mammalia kecil ini tidak terlalu sulit, dapat dipelihara didalam kandang ataupun diluar kandang dan untuk pemakanan saat ini sudah banyak makanan komersial dalam bentuk pelet.

4. Ikan
Hewan air yang satu ini banyak dipelihara untuk keindahan (estetika) dan beberapa mitos yang menyebutkan akan mendatangkan keberuntungan. Ikan biasanya dipelihara di kolam atau akuarium dan ini sangat bergantung dengan jenis ikan yang akan dipelihara dan alasan memelihara. Seperti ikan laut maka pemeliharaan di akuarium dengan perawatan khusus sangat dibutuhkan karena jika tidak maka ikan akan cepat mati. Sedangkan untuk ikan kolam, pemeliharaan cukup mudah namun tetap harus ada perawatan berkala.

5. Hewan eksotik dan reptil
Untuk kategori ini termasuk didalamnya hewan yang biasa hidup di alam liar seperti ular, kura-kura, kadal, dan lainnya. Hewan-hewan yang habitatnya di alam liar beberapa ada yang sudah banyak dipelihara sebagai hewan peliharaan, namun pemeliharaannya agak sulit karena tidak semua pet shop menyediakan supply untuk pemeliharaan hewan tersebut tapi biasanya hobbies untuk hewan ini akan membentuk komunitas dan dapat saling membantu mencari informasi yang mereka inginkan.

Setelah semua dijelaskan maka dikembalikan ke anda selaku pemelihara. Dan sekali lagi komitmen anda sangat diperlukan dalam hal pemeliharaan hewan-hewan tersebut, dan jika anda tidak menginginkan hewan anda menjadi banyak maka sebaiknya dilakukan sterilisasi/kebiri untuk menekan jumlah populasi hewan yang tidak diinginkan dan juga lakukan tindakan pencegahan seperti vaksinasi thd hewan anda jika tersedia.

Oleh

Drh. Denni Kurnia

Advertisements

Sindroma ini dapat terjadi dikarenakan adanya kelainan pada tulang rusuk yang menyebabkan perubahan anatomi pada rongga dada. Dinamakan Swimmer Puppy Syndrome lebih dikarenakan posisi anjing yang selalu dalam posisi telungkup dengan semua kaki mengarah ke lateral (menjauhi tubuh) dan kepala yang tidak dapat diangkat.

posisi telungkup

posisi telungkup

Penyebab sindroma ini masih diperdebatkan, ada beberapa ahli yang berpendapat bahwa sindroma ini lebih disebabkan karena kelainan genetik dan beberapa mengatakan tidak ada kaitannya dengan genetik pada hewan yang mengalami sindroma ini. Selain dari penyebab genetik, banyak pendapat yang mengatakan sindroma disebabkan nutrisi yang kurang, metabolisme yang tidak normal dan/atau kondisi kandang yang kurang baik (terlalu licin). Tidak ada jenis ras anjing yang secara spesifik mengalami sindroma ini akan tetapi beberapa pendapat mengatakan anakan dari ras anjing berbadan besar seperti rottweiler, pitbull, bulldog, labrador retriever dan golden retriever dilaporkan pernah mengalami sindroma ini. Namun tidak mengurangi kemungkinan ras anjing lain dapat mengalami sindroma ini.

Sindroma ini dapat dideteksi dengan melihat gejala klinis secara anatomi (bentuk tubuh) anakan anjing dan beberapa metode klinis lain seperti pemeriksaan sistem saraf, pemeriksaan darah dan kimia darah serta histologi jaringan otak untuk membedakan dengan penyakit lain dengan gejala klinis yang serupa.

Prognosa dan sindroma ini tergantung dari kondisi anakan anjing tapi dalam beberapa kasus jika semua kaki terindikasi mengalami sindroma ini maka prognosa akan sangat kecil. Banyak kasus anak anjing akan mati karena pneumonia karena ketidaknormalan anjing pada saat menelan.

Tindakan yang dapat dilakukan dalam kasus sindroma ini dapat dilakukan physiotherapi berkala seperti berenang, stimulasi pada bagian kaki dan leher dan tak ada pencegahan yang dapat dilakukan.

berenang

berenang

Oleh

Drh. Denni Kurnia

Drh. Zita Okarina

Gangguan pencernaan berupa muntah dan diare sering terjadi baik pada hewan muda maupun dewasa.

Gejala Klinis dapat berupa:
– Penurunan berat badan meskipun jumlah yang dimakan tidak berkurang
– Flatulensi, bunyi lambung, diare, muntah
– Bau mulut
– Penurunan nafsu makan, anoreksia

Diare
Hewan kesayangan anda menderita diare ketika proses pencernaan normalnya terganggu. Air dan nutrisi-nutrisi penting tidak dapat terserap dengan efisien oleh tubuh dari saluran pencernaan, menghasilkan diare. Hewan dengan kondisi diare parah beresiko mengalami dehidrasi karena banyaknya air yang keluar dari tubuhnya. Bahkan jika ada muntah, memperparah kehilangan cairan.
Penyebab diare bisa disebabkan oleh perubahan pakan hewan (beda merk dan produk), adanya infeksi bakteri atau virus, intoleransi makanan dan susu (laktosa), reaksi alergi, infestasi parasit internal seperti cacing, coccidian dan giardia, penyakit ginjal dan liver, kanker atau tumor di saluran pencernaan, dll.
Kucing
Muntah
Penyebab muntah yang paling sering terjadi pada hewan kesayangan anda yaitu menelan bulu atau benda asing seperti rumput yang dapat mengiritasi lambung. Terlalu banyak makan atau makan terlalu cepat juga dapat menyebabkan muntah namun bukan sesuatu yang serius. Tetapi bila muntah berkali-kali dan tidak berhubungan dengan kebiasaan makan, bisa disebabkan oleh penyakit infeksius dari bakteri dan virus, atau bisa karena ginjal, liver atau kelainan sistem syaraf. Pada hewan muda, muntah yang tiba-tiba diikuti dengan demam bisa dicurigai disebabkan oleh virus.
Hoeeek...

Jika hewan anda menunjukkan satu atau lebih dari gejala-gejala di atas:

  • Konsultasikan ke dokter hewan anda
  • Oleh karena gangguan pencernaan mengakibatkan tubuh hewan kesayangan anda kehilangan nutrisi-nutrisi penting, mereka membutuhkan penanganan yang cepat.
  • Perbaiki kehilangan nutrisi dengan makanan spesial yang disesuaikan untuk pemulihan dan mempertahankan kesehatan sistem pencernaannya
  • Kucing Dan Anjing “Vegetarian”

    Posted: December 14, 2011 by vet02ugm in Article
    Tags: , , ,

     

    Sebelum mencari tahu boleh atau tidaknya anjing dan kucing anda menjadi vegetarian, ada baiknya telusuri sejarah lahiriah dari anjing dan kucing tersebut.

    (more…)

    Pyometra pada hewan kesayangan

    Posted: November 24, 2011 by vet02ugm in Article
    Tags: , , , ,

     

    Pyometra adalah kondisi medis dimana pus (nanah) terakumulasi di badan uterus baik di anjing ataupun kucing. Kondisi ini terjadi setelah anjing ataupun kucing mengalami beberapa siklus estrus (menstruasi) dengan tidak diikuti kebuntingan. Abnormalitas hormon menyebabkan dinding uterus mengalami penebalan. Pada saat kondisi ini terjadi, cairan akan mulai mengisi dinding uterus yang mengalami penebalan, terjadi infeksi dan uterus akan terisi cairan berupa nanah karena pertahanan tubuh terhadap infeksi. Pada beberapa kondisi, cervix akan membuka dan akan menyebabkan nanah keluar melalui vagina dan menimbulkan bau yang tidak sedap, akan tetapi kondisi ini bukan merupakan kondisi yang terlalu mengancam jiwa hewan. Namun, jika kondisi cervix tertutup, maka pus (nanah) akan terjebak didalam uterus dan tidak dapat dikeluarkan dari dalam tubuh hewan. Pada kondisi ini, infeksi akan mengancam jiwa hewan jikatidak segera dilakukan operasi pengangkatan uterus (ovariohysterectomy).

    (more…)

    Demam Berdarah pada Anjing

    Posted: January 28, 2011 by vet02ugm in Article
    Tags: , , , ,

    drh Amanda Rasul

    Smile Pets, Jl. Aria Putra No. 23A, Ciputat, Tangerang Selatan

    Tlp: 021 44380007 /House Call: 0856 911 39 007

    Jangan pernah remehkan caplak (tick) pada anjing anda. Tahukah anda kalau anjing pun bisa terkena demam berdarah seperti halnya manusia. Tapi berbeda dengan manusia, perantara terjadinya demam berdarah pada anjing ialah caplak. Selain itu demam berdarah ini juga bukan disebabkan oleh virus melainkan rickettsia yang menyebabkan gejala yang menyerupai gejala demam berdarah pada manusia. Demam berdarah pada anjing lebih dikenal dengan istilah tick fever, erlichiosos ataupun tropical canine pancytopenia. Caplak yang mengisap darah anjing akan memasukan telur erlichia ke dalam darah dan berkembang. Penulis lebih suka menjelaskan tick fever sebagai demam berdarah pada anjing, dikarenakan kemiripan gejala klinis dengan demam berdarah pada manusia.

    Seperti halnya pada manusia yang terkena demam berdarah, anjing yang terkena tick fever akan terasa demam serta adanya bintik-bintik merah pada daerah kulit yang tipis, seperti bagian dalam telinga ataupun bagian bawah perut. Bintik-bintik merah tersebut diakibatkan rendahnya kadar trombosit dalam darah (thrombocytopenia). Nafsu makan anjing akan menurun dan terlihat pucat. Kondisi yang lebih parah akan terlihat adanya leleran hidung, muntah, adanya limfadenopati dan splenomegali (pembengkakan limfa). Jika kondisi trombosit serta sel darah merah anjing sudah sangat rendah, maka transfusi darah sangat diperlukan. Kondisi yang parah dapat menyebabkan kematian.

    Kasus tick fever ini sendiri sering sekali penulis temui dan tak jarang harus dilakukan transfusi darah. Dengan menggunakan immunocomb antibody test kit, dapat dketahui apakah anjing tersebut terkena atau tidaknya tick fever. Selain itu, dengan pengecatan giemsa, dapat ditemukan kumpulan dari erlichia canis di sitoplasma dari monosit maupun netrofil, meskipun cukup sulit untuk menemukanya.

    Pencegahan merupakan aspek yang paling utama. Mencegah adanya caplak bukan hanya dengan membersihkan anjing anda, tetapi lingkungan pun harus sangat diperhatikan. Walaupun anjing anda sudah bersih dari caplak, namun bila lingkungan sekitar seperti kandang, dinding rumah, karpet dan sebagainya masih terdapat caplak maupun telurnya, maka anjing anda akan dengan mudah didatangi kembali oleh caplak.

    Biasakanlah memandikan anjing anda seminggu sekali dan jika perlu dengan menggunakan shampo yang mengandung obat untuk membunuh caplak. Penggunaan obat spray, tick collar (kalung leher yang mengandung obat untuk menghilangkankan kutu dan caplak), maupun obat tetes juga sangat baik digunakan.