Posts Tagged ‘kaki pedet’

drh. Tryono

Anamnesa

Pedet usia 5 hari dilaporkan tidak bisa berdiri dengan sempurna dan diduga mengalami patah tulang. Berdasar keterangan pemilik pedet tersebut mengalami susah lahir dan dibantu dengan di tarik menggunakan tambang, setelah pedet bisa keluar pada kedua kaki depannya terdapat luka bekas tambang. Sampai hari kelima setelah lahir, luka pada kaki depan sebelah kanan belum sembuh dan pedet tidak mampu berdiri.

Pemeriksaan fisik

Pedet terlihat agresif, tetapi tidak mampu berdiri, setelah dibantu diangkat bisa berdiri tetapi kaki depan kanan di angkat.  Pada kaki depan kanan terdapat luka yang cukup besar dan sudah mulai mengalami pembusukan, ketika dilakukan penekanan pada daerah sekitar luka, keluar nanah berbau busuk dan pedet mengalami kesakitan. Dari bagian dalam luka tersebut terlihat jelas adanya tulang metacarpal yang patah.

Diagnose:

Fractura os metacarpal

Penanganan

Kemungkinan penanganan yang bisa dilakukan adalah:

  • penyambungan kembali (mis: pinning)
  • amputasi
  • afkir (disembelih; euthanasia)

Berdasarkan pertimbangan luka yang sudah busuk  dan kondisi pedet yang masih kuat maka diputuskan untuk melakukan amputasi.

Tehnik operasi

# Persiapan alat dan bahan

Meliputi : satu set alat operasi minor, gegaji besi, karet gelang, silet pencukur rambut, kapas, tampon, benang, kasa steril, perban (bandage), lidocain, antibiotic injeksi dan spray, desinfektan, kalium permanganate (PK), aquadest steril.

# Cara amputasi :

1.       Pedet di rebahkan lateral

2.       Rambut  pada daerah kaki di bagian atas luka patahan dicukur bersih

3.       Dilakukan desinfeksi menggunakan alcohol dan  larutan iodine.

4.       Karet gelang (tourniquet) dipasang pada  bagian atas dari tempat yang akan dilakukan incise.

5.       Dilakukan anastesi local, linear melingkari kaki pedet yang akan dipotong.

6.       Potongan ujung distal tulang metacarpal yang patah di buang

7.       Dilakukan incise melingkar pada daerah yang di anastesi

8.  Dilakukan pemotongan tulang metacarpal kira-kira 10 cm diatas luka bekas patahan awal

9.       Penghentian pendarahan

10.   Muskulus dan Kulit dijahit

11.   Penutupan luka dengan perban

Perawatan post operasi di lakukan injeksi  antibiotic selama 5 hari berturut-turut dan dilakukan penggantian  perban setiap 3 hari sekali. Sekitar seminggu post operasi pedet sudah bisa berdiri dengan tiga kaki.

Notes :

Ini adalah pengalaman pertama kami mendapatkan kasus seperti ini. Saya bersama salah satu rekan dokter hewan (drh. Tulus) mencoba menerapkan metode yang kami anggap paling mudah dan paling tepat untuk dilakukan sesuai yang kita tau.

Amputasi  yang kita lakukan dipilih pada bagian corpus metacarpal karena dengan pertimbangan apabila dilakukan amputasi pada daerah peesendian akan lebih rumit karena banyaknya tendon yang menempel pada ujung tulang di daerah persendian.

Anastesi yang dilakukan menggunakan anastesi local linear block karena kurangnya pengalaman dan pengetahuan anastesi regional daerah kaki.

Kulit pada daerah incise didorong ke atas terlebih dahulu sebelum dilakukan pemotongan karena diharapkan setelah pemotongan tulang diperoleh bentukan kulit yang lebih panjang daripada tulang sehingga bisa digunakan untuk menutup luka di ujung distal kaki.

Setelah tulang dipotong  didapatkan kulit lebih panjang dari tulang. Kemudian pada ujung kulit tersebut dipotong dengan pola seperti huruf “V” pada dua sisi yang berlawanan baru kulit dijahit.