Posts Tagged ‘transfusi darah’

Demam Berdarah pada Anjing

Posted: January 28, 2011 by vet02ugm in Article
Tags: , , , ,

drh Amanda Rasul

Smile Pets, Jl. Aria Putra No. 23A, Ciputat, Tangerang Selatan

Tlp: 021 44380007 /House Call: 0856 911 39 007

Jangan pernah remehkan caplak (tick) pada anjing anda. Tahukah anda kalau anjing pun bisa terkena demam berdarah seperti halnya manusia. Tapi berbeda dengan manusia, perantara terjadinya demam berdarah pada anjing ialah caplak. Selain itu demam berdarah ini juga bukan disebabkan oleh virus melainkan rickettsia yang menyebabkan gejala yang menyerupai gejala demam berdarah pada manusia. Demam berdarah pada anjing lebih dikenal dengan istilah tick fever, erlichiosos ataupun tropical canine pancytopenia. Caplak yang mengisap darah anjing akan memasukan telur erlichia ke dalam darah dan berkembang. Penulis lebih suka menjelaskan tick fever sebagai demam berdarah pada anjing, dikarenakan kemiripan gejala klinis dengan demam berdarah pada manusia.

Seperti halnya pada manusia yang terkena demam berdarah, anjing yang terkena tick fever akan terasa demam serta adanya bintik-bintik merah pada daerah kulit yang tipis, seperti bagian dalam telinga ataupun bagian bawah perut. Bintik-bintik merah tersebut diakibatkan rendahnya kadar trombosit dalam darah (thrombocytopenia). Nafsu makan anjing akan menurun dan terlihat pucat. Kondisi yang lebih parah akan terlihat adanya leleran hidung, muntah, adanya limfadenopati dan splenomegali (pembengkakan limfa). Jika kondisi trombosit serta sel darah merah anjing sudah sangat rendah, maka transfusi darah sangat diperlukan. Kondisi yang parah dapat menyebabkan kematian.

Kasus tick fever ini sendiri sering sekali penulis temui dan tak jarang harus dilakukan transfusi darah. Dengan menggunakan immunocomb antibody test kit, dapat dketahui apakah anjing tersebut terkena atau tidaknya tick fever. Selain itu, dengan pengecatan giemsa, dapat ditemukan kumpulan dari erlichia canis di sitoplasma dari monosit maupun netrofil, meskipun cukup sulit untuk menemukanya.

Pencegahan merupakan aspek yang paling utama. Mencegah adanya caplak bukan hanya dengan membersihkan anjing anda, tetapi lingkungan pun harus sangat diperhatikan. Walaupun anjing anda sudah bersih dari caplak, namun bila lingkungan sekitar seperti kandang, dinding rumah, karpet dan sebagainya masih terdapat caplak maupun telurnya, maka anjing anda akan dengan mudah didatangi kembali oleh caplak.

Biasakanlah memandikan anjing anda seminggu sekali dan jika perlu dengan menggunakan shampo yang mengandung obat untuk membunuh caplak. Penggunaan obat spray, tick collar (kalung leher yang mengandung obat untuk menghilangkankan kutu dan caplak), maupun obat tetes juga sangat baik digunakan.


Advertisements